• KANAL BERITA

Anggota DPRD Sragen Dibunuh dengan Racun Tikus

 Jenazah Sugimin, anggota DPRD Kabupaten Sragen diangkut dengan mobil jenazah di RSUD Soediran Mangun Sumarso (SMS) Kabupaten Wonogiri, Selasa (16/4). (suaramerdeka.com/Khalid Yogi)
Jenazah Sugimin, anggota DPRD Kabupaten Sragen diangkut dengan mobil jenazah di RSUD Soediran Mangun Sumarso (SMS) Kabupaten Wonogiri, Selasa (16/4). (suaramerdeka.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Teka-teki penyebab kematian Sugimin (51), mulai terkuak. Anggota DPRD Kabupaten Sragen yang meninggal di tepi jalan dekat SMP 1 Wonogiri, Senin (15/4), diduga dibunuh dengan racun tikus.

Polres Wonogiri telah mengamankan seorang perempuan berinisial N (30) yang diduga sebagai pelaku. N warga Wonogiri itu kenal dengan dengan korban dan motif pembunuhan terkait masalah pribadi tidak terkait politik.

Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, melalui Kasatreskrim, AKP Aditya Mulya Ramadhani mengatakan, perempuan itu mengaku membunuh korban dengan cara memasukkan racun tikus ke dalam kapsul obat diare yang biasa diminum korban.

Akibatnya, korban keracunan kemudian ditemukan warga dalam keadaan tersungkur di tepi jalan Kepodang V, dekat SMP 1 Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Senin malam (15/4). Korban dilarikan ke RSUD Soediran Mangun Sumarso (SMS) Wonogiri, namun nyawanya tidak terselamatkan.

N yang ditetapkan sebagai tersangka mengaku membunuh korban lantaran sakit hati. Namun polisi belum berani membeberkan motif pembunuhan itu secara gamblang, lantaran masih dalam pendalamanan.

Polisi menduga kasus tersebut merupakan persoalan pribadi, bukan dilatarbelakangi masalah politik. Polisi telah mengamankan N, namun masih perlu mengumpulkan alat bukti lain termasuk hasil autopsi jenazah korban untuk memperkuat dugaan pembunuhan dengan racun.

"Dia sudah kami tetapkan sebagai tersangka," kata Aditya.

Sebelumnya, Sugimin ditemukan dalam keadaan tersungkur di tepi jalan Kepodang V, dekat SMP 1 Wonogiri, Senin malam (15/4). Pria warga Dukuh Karangnongko RT10 RW3 Masaran, Kabupaten Sragen itu kemudian meninggal dunia sebelum sampai di RSUD SMS Wonogiri.

Kabid Pelayanan Medis RSUD SMS Wonogiri, dokter Gatot Tri Wibowo, didampingi Satpam Lexca Helga mengatakan, pria tersebut masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD pada Selasa (16/4) dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB.

Dokter yang melakukan visum terhadap jenazah Sugimin, tidak menemukan tanda-tanda bekas penganiayaan pada tubuh korban. Hanya ada bekas lecet kecil pada dagu yang diduga karena jatuh tersungkur.

Namun, pupil mata jenazah pria itu mengecil. "Orang meninggal biasanya pupil matanya membesar. Itu bisa disebabkan berbagai faktor, mungkin karena efek obat atau karena menahan rasa sakit," terangnya.

Pihak keluarga menyetujui autopsi terhadap jenazah korban di RSUD Moewardi Surakarta. Polisi masih menunggu hasil autopsi untuk mengungkap lebih dalam kasus pembunuhan itu.


(Khalid Yogi/CN40/SM Network)

Loading...
Komentar