• KANAL BERITA

Cilacap Hadapi Musim Pancaroba, Waspadai Cuaca Ekstrem

DIGUYUR HUJAN: Seorang pengendara diguyur hujan saat melintasi jalan alternatif Lumbir-Ajibarang, Banyumas, masuk Desa Kedunggede, Senin (15/4) siang menjelang sore. (suaramerdeka.com/ Teguh Hidayat Akbar)
DIGUYUR HUJAN: Seorang pengendara diguyur hujan saat melintasi jalan alternatif Lumbir-Ajibarang, Banyumas, masuk Desa Kedunggede, Senin (15/4) siang menjelang sore. (suaramerdeka.com/ Teguh Hidayat Akbar)

CILACAP, suaramerdeka.com - Cuaca ekstrem cukup rawan terjadi dalam musim pancaroba di Kabupaten Cilacap, sehingga penting untuk diwaspadai bersama. Hal tersebut disampaikan Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi pada BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo, saat dimintai konfirmasi oleh suaramerdeka.com, Senin (15/4).

Teguh menyampaikan, bahwa Kabupaten Cilacap dalam pertengah bulan April 2019 ini sudah mulai menghadapi musim pancaroba.‎Musim peralihan dari hujan menuju ke kemarau itu, diperkirakan berlangsung sekitar dua bulan. "Pada pertengahan bulan April 2019 ini, diperkirakan sudah masuk musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau di Kabupaten Cilacap. Musim ini diperkirakan berlangsung sampai Juni mendatang," kata dia.

Meskipun musim sudah beranjak menuju ke kemarau, lanjut dia, hujan diperkirakan masih sering mengguyur. Biasanya, hujan cenderung berlangsung singkat namun lebat, dan sesekali masih disertai dengan petir. Hujan, lanjut dia juga lebih sering bersifat lokal. Artinya, pada satu tempat terjadi hujan, sedangkan di tempat lain cerah, atau sebatas mendung.

Hujan tersebut, lanjut dia rawan disertai dengan angin kencang. Angin puting beliung juga rawan melanda. "Cuaca ekstrem cukup rentan terjadi dalam musim pancaroba, terutama terkait hujan dan angin. Hujan rentan turun dengan lebat sekalipun singkat, dan terkadang disertai petir, angin kencang sampai puting beliung," kata dia.

Potensi kejadian alam itu, menurutnya penting untuk diwaspadai oleh semua pihak. Hal itu sebagai upaya mengurangi kemungkinan dampak yang ditimbulkan, baik material maupun jiwa. "Potensi terjadinya cuaca ekstrem di musim pancaroba, sudah tentu penting untuk diantisipasi oleh semua pihak, supaya bisa mengurangi kemungkinan dampak yang ditimbulkan,'' kata dia.

Sesuai kapasitas, pihaknya aktif berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, utamanya BPBD. Setiap update prakiraan cuaca, rutin diinformasikan kepada badan itu. Sementara itu, Pemkab Cilacap melalui BPBD memastikan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana yang rawan melanda.

Sebagaimana disampaikan Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap Tri Komara Sidhy Wijayanto melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Arif Praptomo, sikap siaga pihaknya bersifat total. "Yang pasti kami siaga penuh, siaga 24 jam untuk segala kemungkinan potensi bencana itu," katanya, saat dikonfirmasi, Senin (15/4).


(Teguh Hidayat Akbar/CN26/SM Network)