• KANAL BERITA

Jangan Ganti Kasih Sayang dengan Uang

DIALOG  : Psikolog sumber Kuriake Kharisman berdialog dengan peserta   seminar  HUT Ke- 140 Kartini di Gedung Shima (Serbaguna) Setda Jepara. (suaramerdeka.com / Sukardi)
DIALOG : Psikolog sumber Kuriake Kharisman berdialog dengan peserta seminar HUT Ke- 140 Kartini di Gedung Shima (Serbaguna) Setda Jepara. (suaramerdeka.com / Sukardi)

JEPARA, suaramerdeka.com - Para orang tua memiliki peran besar dalam pendidikan anak-anak, sehingga mereka tidak boleh lengah dalam menyiapkan masa depan putra-putrinya. Didik anak-anak dengan penuh kasih sayang yang tulus, dan jangan sekali-kali kasih sayang diganti uang. Jika salah asuh akan melahirkan generasi manja dan lemah. Sebaliknya, jika mendapat pola pendidikan yang tepat  menjadikan anak anak kuat dalam menghadapi tantangan kehidupan.

"Sebagai orang  kita harus dapat menjadi model atau contoh yang baik bagi anak," kata Kuriake Kharismawan, dosen dan psikolog di Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata, pada seminar "Dengan Semangat Kartini Kita Mewujudkan Keluarga Berkualitas, Berkarakter, Maju dan Berdaya Saing", baru-baru ini.

Dalam rangkaian Hari Kartini ke-140  tahun 2019, baru baru ini, dia mengatakan orang tua dituntut selalu memberikan contoh yang dalam keseharian. "Hingga usia SD, anak akan meniru orang tua, setelah masuk sekolah menengah, meniru temannya."

Seminar dibuka Sekda Sholih, dihadiri istri Bupati Jepara Ahamd Marzuqi, Chzaimah, Organisasi Wanita, OPD, Perwakilan  Guru BP  dan siswa SMP , SMA, SMK , anak  Putus Sekolah dan  para pendamping. Kuriake Karisman  menjelaskan, dalam mendidik, orang tua harus tegas dan disiplin, namun bukan dengan kekerasan. Konsisten dalam  dalam  menegakkan aturan, bersikap lembut, namun bukan selalu megikuti keinginan anak.  

"Orang tua harus lebih banyak memberikan perhatian kepada anak anaknya. Orang tua yang sekarang sukses,  tentu hasil didikan yang tegas, bahkan keras di masa lalu. Jangan sampai, menggantikan sikap kasih sayang justru dengan uang. Itu akan menjerumuskan anak," tuturnya.

Anak anak, lanjut dia, juga didik bijak dalam memanfaatkan piranti komunikasi, termasuk dalam ber-media sosial. Banyak kasus anak perempuan menjadi korban kejahatan seksual, oleh orang yang baru dikenal di Facebook. Anak juga dididik agar bermental kuat, jangan galau, dan mudah menyerah. Sejumlah kasus, anak anak bunuh diri karena persoalan sepele. Misalnya, minta motor, tidak dibelikan.

Kepala DP3AP2KB  Kabupaten Jepara Inah Nuroniah  mengatakan tema sosok perempuan  sangat dekat dengan keluarga, mendidik dan membesarkan anak anak, sehingga  keluarga kokoh, berkualitas. "Demikian juga sosok Kartini gigih memperjuangkan hak-hak perempuan, pendidikan perempuan dan kehidupan perempuan di dalam keluarga dan masyarakat. Ini dijadikan Inspirasi oleh keluarga pada massa sekarang."


(Sukardi/CN26/SM Network)