• KANAL BERITA

Pati, Saatnya Mengejar Ketertinggalan

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SELURUH negara di dunia, termasuk Indonesia, saat ini sedang berada di tengah era digitalisasi industri. Sebuah era yang lazim disebut sebagai era Revolusi Industri Generasi Keempat atau Industri 4.0 yang ditandai dengan dominasi internet dalam setiap sisi kehidupan umat manusia.

Saat ini, seluruh manusia di dunia sedang menyaksikan bagaimana dahsyatnya dampak dari internet of things. Tetapi, seiring dengan perkembangan dunia saat ini, banyak wilayah di Indonesia yang masih harus mengejar ketertinggalan. Salah satunya adalah Pati.

Dulu, Pati merupakan salah satu karesidenan dan saat ini wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Rembang di timur, Kabupaten Blora dan Grobogan di selatan, Kabupaten Kudus dan Jepara di barat, serta Laut Jawa di utara.

Kabupaten Pati - termasuk Rembang, Blora, dan Grobogan - sebenarnya menyimpan  banyak potensi. Tetapi sayang, semua potensi yang ada di daerah ini belum sepenuhnya dapat dioptimalkan dan digarap secara maksimal. Artinya, kemajuan yang dicapai Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan saat ini belum signifikan, jika dibandingkan dengan banyak wilayah lain.

Bumi Pertanian dan Perikanan

Pembangunan di Pati dan sekitarnya masih harus dipacu untuk mengejar ketertinggalannya. Sebab, ada sejumlah masalah yang melingkupi sehingga potensi daerah ini kurang digarap maksimal. Misalnya, di musim kemarau dapat dikatakan pertanian terhenti karena sistem pengairan yang tidak optimal.

Ada, tetapi sangat tidak memadai untuk dapat mengairi sawah-sawah yang ada di Pati. Sehingga, perlu dibangun embung-embung untuk penampungan air serta penyempurnaan lain di sektor irigasi. Di sisi lain, ketika musim penghujan datang, sejumlah wilayah justru dilanda banjir.

Kondisi tersebut menuntut penetapan kebijakan yang secara praktis dan langsung dapat segera diterapkan. Pola pengaturan jalur air dan penempatan sarana-sarana penampungan air perlu secepatnya ditata dengan baik. Hal ini perlu sangat diperhatikan, karena sebagai kabupaten bersemboyan "Pati Bumi Mina Tani", sesungguhnya Pati sejak awal berdirinya sudah mencanangkan tekad untuk menjadi wilayah dengan produk unggulan dari sektor pertanian dan perikanan.

Betul, bahwa optimalisasi potensi pertanian dan perikanan di Pati sangat berkaitan dengan anggaran. Dan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Pati yang di tahun anggaran 2019 ini diproyeksikan Rp 342,38 miliar, memang harus diakui masih belum bisa mengangkat optimalisasi potensi daerahnya. Tetapi, hal itu sebenarnya bisa disikapi dengan sinergi yang terjalin baik di antara pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat.

Apalagi, hal itu seiring dengan salah satu program unggulan yang dicanangkan Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, yaitu Membangun Indonesia dari Pinggiran. Maka, potensi-potensi daerah pinggiran seyogianya dapat lebih dioptimalkan.

Hal lain yang membuat potensi Kabupaten Pati belum optimal adalah sarana transportasi. Memang, sudah ada jalan di sana. Tetapi kondisi jalan yang menghubungkan wilayah-wilayah di Pati dengan daerah di sekitarnya masih belum memadai. Banyak jalan yang kondisi pengaspalannya perlu disempurnakan. Kondisi jalan dan sarana transportasi yang perlu disempurnakan itu membuat biaya transportasi masyarakat untuk mengangkut hasil-hasil pertanian dan perikanan mereka selama ini menjadi mahal.

Pati juga merupakan wilayah dengan potensi besar di sektor perikanan. Tetapi, dengan adanya peraturan agar memerhatikan kelangsungan ekosistem laut, perlu dibuat aturan agar pola dan sistem penangkapan ikan yang dilakukan para nelayan itu tidak sampai mengganggu ekosistem. Misalnya, dengan penerapan aturan agar alat tangkap mereka tidak sampai menjaring ikan-ikan kecil atau merusak karang laut.

Standarisasi alat tangkap nelayan kiranya dapat menjadi solusi atas persoalan itu. Dan hal ini kiranya dapat dicarikan solusi di tingkat pengambil kebijakan di pusat. Lembaga legislatif dapat menjadi perantara dengan membuat regulasi yang menunjukkan keberpihakan terhadap penyelesaian persoalan tersebut.

Kejar Ketertinggalan

Hal lain di Pati yang juga belum terangkat sehingga perlu diperhatikan karena sebenarnya dapat segera digarap oleh pemerintah baik di kabupaten, provinsi, maupun pusat, adalah infrastruktur. Sarana jalan, pelabuhan, bandara, maupun stasiun kereta api yang baik dan sesuai standar sejauh ini belum tergarap maksimal. Saya yakin, semua itu bisa diwujudkan jika ada keberpihakan pemerintah agar sektor-sektor tersebut dapat digarap dengan maksimal.

Mengapa pembangunan sarana infrastruktur tersebut sangat diperlukan di daerah Pati dan sekitarnya? Sebab, ketiadaan pelabuhan, bandara, maupun stasiun kereta api yang representatif itu membuat ongkos transportasi menjadi mahal. Selama ini, arus lalu lintas untuk logistik dan perdagangan hasil-hasil pertanian dan perikanan menjadi tidak efisien, karena harus melalui Kota Surabaya terlebih dahulu.

Pelabuhan Juwana, misalnya, perlu diperbesar sesuai standar internasional agar kapal-kapal besar dari luar pulau bisa masuk dan bersandar di sana tetapi tidak mengganggu aktivitas nelayan-nelayan yang tengah mencari ikan. Selama ini, Pelabuhan Juwana hanya dapat digunakan untuk tempat sandar kapal-kapal kecil.
Begitu pula dengan keberadaan stasiun kereta api.

Selama ini, Pati hanya dilewati saja oleh kereta-kereta api. Tidak ada aktivitas turun-naik penumpang maupun bongkar-muat barang. Hal itu membuat aktivitas masyarakat Pati terkait transportasi tersebut harus dilakukan di kota besar. Tentu saja hal itu lagi-lagi menimbulkan ketidakefisienan.

Satu lagi perbaikan infrastruktur yang penting di Pati adalah sarana yang terkait dengan pendidikan. Sebagai wilayah yang mengedepankan bidang pertanian dan perikanan, rasanya Pati perlu punya perguruan tinggi yang memiliki fakultas pertanian dan perikanan. Jadi, kajian-kajian akademis terkait dua bidang unggulan itu dapat dilakukan. Dan hasil kajian itu dapat diterapkan secara optimal untuk kemajuan daerah.

Selain itu, juga untuk menyalurkan anak-anak Pati dan sekitarnya agar dapat melanjutkan pendidikan dengan mudah hingga ke jenjang perguruan tinggi. Jika keberadaan sarana dan prasarana penunjang tersebut telah dipenuhi, Insyaallah Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan akan mampu mengejar ketertinggalan dibandingkan daerah lain yang sudah lebih dulu maju.

Sebab, keberadaan infrastruktur yang baik akan menjadi jembatan yang baik bagi percepatan kemajuan suatu daerah. Dan untuk Pati, kini saatnya mengejar ketertinggalan!

*Mayjen TNI (Purn) Bambang Haryanto, Caleg DPR-RI periode 2019-2024 dari PDIP, Dapil Jawa Tengah III (Pati, Rembang, Blora, Grobogan).


(Hanung Soekendro/CN26/SM Network)