• KANAL BERITA

Jadi PNS, Bidan PTT Syukuran dengan Imam Suroso

FOTO BERSAMA : Imam Suroso (kenakan jas) anggota DPR RI saat berfoto bersama dengan perwakilan bidan, dokter gigi, dan dokter umum PTT saat tasyakuran diangkat jadi PNS. (suaramerdeka.com / Beni Dewa)
FOTO BERSAMA : Imam Suroso (kenakan jas) anggota DPR RI saat berfoto bersama dengan perwakilan bidan, dokter gigi, dan dokter umum PTT saat tasyakuran diangkat jadi PNS. (suaramerdeka.com / Beni Dewa)

PATI, suaramerdeka.com – Raut wajah penuh kebahagiaan terlihat dari ratusan bidan, dokter gigi, dan dokter umum pegawai tidak tetap (PTT). Suasa penuh haru pun begitu terasa saat mereka menggelar tasyakuran bersama Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Imam Suroso di hotel Grittary Minggu (7/4) kemarin.

Kebahagiaan itu muncul lantaran para pegawai tidak tetap (PTT) di bidang kesehatan tersebut, tahun ini telah resmi diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Penantian selama sembilan tahun dari para bidan, dokter gigi dan dokter umum PTT itupun kini mendapatkan hasil yang menggembirakan.

Tasyakuran itu sendiri digelar bersama Imam Suroso lantaran, politisi senior PDI Perjuangan tersebut telah banyak membantu dan mengawal perjuangan para bidan dan dokter PTT tersebut. Hingga akhirnya sebanyak 42.250 bidan, dokter gigi, dan dokter umum PTT diangkat menjadi PNS.

Imam Suroso, Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Pati, Rembang, Grobogan dan Blora tersebut mengatakan, turut bersyukur langkahnya selama empat tahun ini memperjuangkan bidan dan dokter PTT telah membuahkan hasil yang baik.

“Oleh karena itulah kami meminta yang kini telah menjadi PNS bisa bekerja sebaik-baiknya dalam menolong rakyat. Kalau rakyat tidak mampu bantulah dengan iklash. Karena bidan dan dokter PTT tersebut juga telah diperjuangkan dan kini jadi PNS gratis tanpa membayar,”tambahnya.

Dirinya sendiri menyebut terpanggil untuk ikut memperjuangkan ribuan PTT tersebut lantaran melihat kinerja para bidan dan dokter tersebut sebagai ujung tombak bagi kesehatan di masyarakat. Dengan terangkat diharapkan bisa bekerja lebih maksimal. “Dengan diangkat menjadi PNS kini angka kematian ibu hamil dan bayi juga menurun drastis. Mereka telah membuktikan sebagai ujung tombak dalam pelayanan kesehatan,”ujarnya.

Kini setelah berhasil membantu ribuan bidan dan dokter PTT, pria yang kembali mencalonkan diri sebagai calon legislative DPR RI tersebut juga menyebut akan berupaya memperjuangkan pegawai K2, guru, dan tenaga medis lainnya agar diakui Negara. “Kami yakin mampu, lantaran selama ini kami terus berjuang untuk kesejahteraan para pegawai yang belum PNS,”terang pria yang mendapat nomor urut tujuh di PDIP tersebut.

Sementara itu Lina Mardiyana ketua Forum Komunikasi Bidan PTT se Jateng menyebut pihaknya memang telah berjuang sejak tahun 2013 lalu. Mereka berjuang lantaran ada pasal di Permenkes yang menyebut PTT maksimal diperpanjang tiga kali atau Sembilan tahun. 

“Dari situlah kami bersama kawan se Indonesia berjuang bagaimana solusi agar bisa diangkat menjadi PNS. Baik dengan aksi turun ke jalan, demo, audiensi, lobi-lobi ke Gubernur dan dinkes Jateng. Dan kami pun turut dibantu oleh Imam Suroso yang memperjuangkan baik di daerah maupun pusat,”terangnya.


(Beni Dewa/CN26/SM Network)