• KANAL BERITA

Calon Bidan Dibekali Pijat Akupresur

Keterampilan Tambahan D3 Kebidanan PHB Tegal

TEKNIK MEMIJAT : Salah seorang Tim AAI, saat memberikan contoh teknik memijat kepada calon bidan dari mahasiswa Prodi D3 Kebidanan PHB Tegal. (suaramerdeka.com / Riyono Toepra)
TEKNIK MEMIJAT : Salah seorang Tim AAI, saat memberikan contoh teknik memijat kepada calon bidan dari mahasiswa Prodi D3 Kebidanan PHB Tegal. (suaramerdeka.com / Riyono Toepra)

TEGAL, suaramerdeka.com - Untuk meningkatkan kualitas dan menjadikan lulusannya memiliki keunggulan, calon bidan dari Program Studi (Prodi) D3 Kebidanan Politeknik Harapan Bersama (PHB), kini dibekali kompetensi ketrampilan tambahan penguasaan Pijak Akupresur.

Gemblengan ketrampilan pijat itu, dilakukan terhadap 83 mahasiswa itu yang merupakan calon bidan, saat kunjungan kerja lapangan (KKL) di Lembang, beberapa waktu lalu. Prodi tersebut menggandeng Aesthetic dan Acupuncture Indonesia (AAI), dan menggelar pelatihan di Hotel Bukit Vipassana.

Salah seorang instruktur atau tutor dari Tim AAI dalam pelatihan itu, Winda Sari Akp mengatakan, pijat akupresur merupakan salah satu teknik tradisional dari China atau Tiongkok, yang dapat diberikan kepada siapapun tanpa memandang usia. "Pijatan tradisional ini dapat dilakukan terhadap bayi maupun balita. Bahkan kepada ibu dalam kondisi hamil dan menyusui, hingga saat proses akan melahirkan", ungkap dia kepada calon bidan dan dosen yang mendampingi kegiatan pelatihan tersebut.

Beberapa hal penting pun, diberikan tim tersebut secara bertahap sampai mahasiswa kebidanan benar-benar dapat mempraktikkannya. Seperti mengenal titik-titik akupresur yang selama inin jarang diketahuinya.

Menurut Winda Sari, pijat tradisional tersebut sebenarnya dapat menjadi pilihan intervensi tradisional pada kasus-kasus kebidanan. Antara lain, morning sickness (mual muntah), nyeri persalinan, induksi persalinan, serta meningkatkan produksi ASI.

Selain itu, pijat akupresur juga dapat membantu permasalahan bayi dan balita sakit. Antara lain, saat susah makan serta batuk pilek. ''Tidak hanya itu, sebenarnya penguasaan pijat ini juga dapat diaplikasikan pada kasus infertilitas, hipertensi, permasalahan organ vital seperti jantung, hati dan paru-paru,'' terang dia.

Kepala Prodi D3 Kebidanan PHB Tegal, Nilatul Izah SST MKeb berharap, pelatihan yang diberikan kepada mahasiswanya yang merupakan calon bidan, dapat menjadi kompetensi tambahan saat mereka lulus dan menyandang gelar ahli madya kebidanan, khisusnya saat memberikan pelayanan kepada pasien dalam program gerakan sayang ibu.


(Riyono Toepra/CN26/SM Network)