• KANAL BERITA

Pencurian Kayu di Hutan KPH Kedu Utara Marak

Patroli Hutan Diintensifkan

Aparat kepolisian menunjukan tersangka dan barang bukti kayu curian di hutan, saat ungkap kasus di Mapolres Temanggung, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Aparat kepolisian menunjukan tersangka dan barang bukti kayu curian di hutan, saat ungkap kasus di Mapolres Temanggung, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kedu Utara mencatat, sepanjang kurun waktu 2018 terjadi setidaknya 16 kali aksi pencurian pohon di wilayah KPH Kedu Utara. Sementara, sepanjang awal 2019 ini baru sekali ini terjadi aksi pencurian. Wakil Administratur KPH Kedu Utara, Joni Andarhadi, mengaku sebelum ini pihaknya telah mendapat laporan bahwa sering terjadi pencurian kayu di wilayah hutan tersebut.

"Atas banyaknya laporan masyarakat, Polisi Hutan (Polhut) yang mendapat giliran berjaga melakukan patroli secara intensif. Terlebih pada saat malam hari. Kami sengaja intensifkan patroli beberapa waktu belakangan ini. Benar saja, saat patroli petugas memergoki aksi pencurian," ungkap Joni, kepada awak media saat ungkap kasus pencurian kayu di Mapolres Temanggung, belum lama ini.

Menurutnya, saat memergoki aksi pencurian kayu, empat Polhut yang sedang melakukan patroli, berusaha mengamankan pelaku. Namun, saat itu tersangka kasus pencurian sempat melawan, guna melarikan diri. "Empat orang anggota Polhut yang memegangi tersangka sempat kewalahan, tenaganya kuat sekali, ?tapi petugas berusaha semaksimal mungkin menaklukkan pelaku pencurian," beber dia.

Ditanya mengenai seberapa sering aksi pencurian terjadi, menurut Joni, sepanjang kurun waktu 2018 terjadi setidaknya 16 kali aksi pencurian di wilayah KPH Kedu Utara. Sementara, sepanjang awal 2019 ini baru sekali ini aksi pencurian yang terjadi.

Jenis pohon yang ditebang untuk diambil kayunya bermacam-macam. Karena vegetasi di wilayah hutan yang dikelola KPH Kedu Utara antara lain Pinus, Sengon, Mahoni, dan Suren.

Pihaknya mengakui, untuk melakukan patroli secara intensif setiap waktu, pihaknya masih  kekurangan tenaga. Menurut dia, luas wilayah KPH Kedu Utara mencapai 36.000 hektare lebih. Sementara, total personel yang ada hanya 92 orang. "Untuk kerugian yang kita alami dalam satu kejadian yang ditangani polisi ini mencapai Rp 3 juta. Semoga kedepan tidak ada lagi kasus pencurian pohon di hutan," harapnya.

Sementara itu, tersangka Ngarohmin (53), warga Dusun Libak RT 05 RW O8 Desa Ngadisepi Kecamatan Gemawang, Temanggung, mengaku nekat mencuri dua pohon kering tersebut lantaran akan digunakan untuk bahan kusen jendela ruang tamu. “Karena tidak punya uang ya saya ambil saja dari hutan. Saya potong sendiri dan saya bawa pulang sendiri,” ungkap kakek yang memiliki pekerjaan sebagai petani kopi tersebut.

Dia juga mengaku membutuhkan waktu selama dua jam untuk memotong dua pohon kering serta membelahnya menjadi beberapa bagian. Akibat perbuatannya tersebut, tersangka dijerat dengan pasal 82 ayat 1 Jo pasal 12 Undang undang No 18 tahun 2013 tentang perusakan hutan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. Pihak kepolisian juga telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa gergaji mesin senso, sejumlah kunci dan peralatan untuk membenahi gergaji serta 10 potong kayu dari dua pohon yang ditebang.


(M Abdul Rohman/CN40/SM Network)