• KANAL BERITA

Peneliti Sangiran Teliti Ulang Fosil Patiayam

Pengunjung melihat koleksi fosil di Museum Patiayam di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Kamis (28/3). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
Pengunjung melihat koleksi fosil di Museum Patiayam di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Kamis (28/3). (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

KUDUS, suaramerdeka.com - Enam orang peneliti fosil dari Balai Pelestari Situs Manusia Purba Sangiran melakukan identifikasi ulang atas temuan fosil di wilayah situs purbakala Patiayam. Mereka fokus pada temuan fosil baru di situs yang membentang di perbatasan Kabupaten Kudus dan Pati itu.

Konservator BPS Sangiran Nurul Fadlilah mengatakan, ahli fosil dari Sangiran tiba di Patiayam sejak Selasa (26/3). Tim akan bekerja hingga 2 April mendatang.  ‘’Kami membawa enam orang peneliti yang terdiri atas konservator, ahli biologos, ahli dokumentasi fosil, ahli teknis fosil purba, dan dua perekam data,’’ katanya, Kamis (28/3).

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari konservasi pada 2016. Nurul mengatakan, timnya akan fokus mengidentifikasi ulang temuan 100 fosil. Kegiatan konservasi itu untuk menjaga keaslian fosil.

‘’Kami juga melibatkan juru pelihara dan tim lokal di Patiayam sekaligus melakukan edukasi agar tim Patiayam mampu melakukan konservasi fosil temuan,’’  katanya.

Petugas Museum Patiayam, Jamin mengatakan, Museum Patiayam memiliki koleksi hingga 7.000 fosil. Temuan itu terdiri atas 16 macam spesies hewan purba, seperti banteng, gajah, kijang, hingga hewan laut purba.

‘’Koleksi ini belum termasuk fosil-fosil temuan baru, karena belum dilakukan identifikasi. Sebab tiga bulan terakhir ada temuan baru 22 fosil di areal situs Patiayam,’’ katanya.

Fosil baru mayoritas hewan darat dan hewan laut purba, di antaranya spesies kerbau, banteng, gajah, kijang, dan ikan hiu purba. Museum Patiayam di Desa Terban menjadi rujukan edukasi peninggalan purba, terutama fosil hewan-hewan purba.


(Saiful Annas/CN40/SM Network)