• KANAL BERITA

Polsek Bandongan Siap Amankan 184 TPS

Intensifkan Pengamanan

Kapolsek Bandongan, Iptu Sukardiyana menyematkan pita kepada anggota TNI dalam apel pasukan pengamanan Pemilu serentak 2019 tingkat Kecamatan Bandongan.  (suaramerdeka.com/Asef Amani)
Kapolsek Bandongan, Iptu Sukardiyana menyematkan pita kepada anggota TNI dalam apel pasukan pengamanan Pemilu serentak 2019 tingkat Kecamatan Bandongan. (suaramerdeka.com/Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Menjelang gelaran Pemilu 2019, Polsek Bandongan mulai mengintensifkan pengamanan, meski kecamatan di Kabupaten Magelang yang masuk wilayah hukum Polres Magelang Kota ini masuk kategori kurang rawan. Personel gabungan Polri, TNI, dan Linmas pun siap dalam pengamanan.

Kapolsek Bandongan, Iptu Sukardiyana mengatakan, sejak tahun 2015 Kecamatan Bandongan masuk wilayah hukum Polres Magelang Kota. Sejak saat itu hampir tidak ada kejadian yang menonjol, sehingga dikategorikan kurang rawan.

“Kategori ini pun berlaku untuk pengamanan Pemilu sekarang. Karena kurang rawan, maka pola pengamanan 2:12:24, yakni 2 anggota Polsek untuk mengamankan 12 TPS (tempat pemutungan suara) dengan dibantu 24 personel Linmas,” ujarnya di kantornya, Senin (25/3).

Kapolsek yang baru saja dilantik ini menuturkan, untuk Pemilu 2019 bulan April mendatang terdapat 184 TPS di wilayah Bandongan. TPS ini tersebar di 14 desa dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) 45.627 pemilih, terdiri dari 22.869 pemilih perempuan dan 22.758 pemilih laki-laki.

“Jumlah TPS ini lebih banyak dibanding saat Pilkada 2018 lalu yang hanya 118 TPS. Meski tambah banyak, tidak menyurutkan semangat kami dalam mengamankan jalannya proses demokrasi bangsa ini,” katanya.

Untuk memulai intensivitas pengamanan, kata Sukardiyana, pihaknya akhir pekan lalu sudah melakukan apel pasukan pengamanan Pemilu serentak 2019 tingkat Kecamatan Bandongan. Ia bersama Danramil Bandongan, Kapt Chb Marsiyo bertindak sebagai inspektur upacara.

"Secara prinsip, Polri dan TNI bersama stakeholder lainnya di wilayah Bandongan siap mengamankan Pemilu serentak tahun 2019. Hal ini sejalan dengan apel yang dilakukan di tingkat Kota Magelang,” tuturnya.

Dalam apel itu, pihaknya juga menyampaikan amanah dari Menko Polhukam, bahwa Pemilu 2019 akan menjadi tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia. Sekaligus menjadi sorotan dunia internasional terkait apakah mampu melaksanakannya dengan baik atau tidak.

“Sukses atau tidaknya Pemilu ini tergantung kepada semua pihak yang terlibat langsung atau tidak langsung. Termasuk fungsi Polri dan TNI yang di luar lingkup penyelenggaraan Pemilu, tapi sangat menentukan suksesnya Pemilu ini,” jelasnya.

Mantan Kanit Turjawali ini menegaskan, perlu diwaspadai adanya kerawanan berupa penyebaran berita bohong/hoax. Juga perlu diwaspadai menguatnya politik identitas menggunakan isu-isu SARA, sehingga menyebabkan disintegrasi bangsa dan hilangnya rasionalitas dalam menentukan pilihan politiknya.

“Penyebaran berita bohong dan menguatnya politik identitas ini merupakan bentuk lain dari teror kepada masyarakat, karena mempengaruhi kondisi psikologis rakyat. Maka, kepada para pelakunya harus diambil langkah hukum yang tegas,” paparnya.


(Asef Amani/CN42/SM Network)