• KANAL BERITA

Rumah Direhab Tentara, Sulistiono Tidak "Kumpul Sapi" Lagi 

SERAHKAN KUNCI:  Aspers Kasad Mayjen TNI Heri Wiranto, S.E., M.M., M.Tr. (Han) menyerahkan kunci rumah kepada istri Sulistiono (47), warga RT 03/RW 03, Dukuh Nggoloyo, Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo. Rumah tersebut direhab TNI jajaran Kodim 0721/Blora melalui TMMD Reguler ke -104. (suaramerdeka.com/Urip Daryanto)
SERAHKAN KUNCI:  Aspers Kasad Mayjen TNI Heri Wiranto, S.E., M.M., M.Tr. (Han) menyerahkan kunci rumah kepada istri Sulistiono (47), warga RT 03/RW 03, Dukuh Nggoloyo, Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo. Rumah tersebut direhab TNI jajaran Kodim 0721/Blora melalui TMMD Reguler ke -104. (suaramerdeka.com/Urip Daryanto)

BLORA, suaramerdeka.com - Kegembiraan keluarga Sulistiono (47), warga RT 03/RW 03, Dukuh Nggoloyo, Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten  Blora tiada tara. Manakala sejumlah Satgas TMMD Reguler ke-104 Kodim 0721/Blora, bersama warga setempat mulai "merobohkan" rumahnya. Untuk selanjutnya akan dibangun menjadi lebih kuat, bagus dan layak huni.

Sulistiono adalah salah satu dari 7 warga Desa Jurangjero yang mendapat rejeki nomplok, dimana bersamaan dengan gelaran TMMD Reguler ke-104 Kodim 0721/Blora di desa tersebut, rumahnya direhab Tentara.

Menurut Babinsa Jurangjero, Serda Suwarno, kondisi rumah Sulistiono memang "parah" sebelum direhab. Yang lebih memprihatinkan rumah yang sudah rawan roboh itu dipakai tidur keluarga Sulistiono bersama sapi ternaknya. ''Saya sendiri merasa sedih kalau melihat rumahnya, jaman sekarang masih ada yang bisa hidup dan tidur bareng sama ternak sapi. Untuk itu, dari komando atas memilih rumahnya untuk direhab, supaya Sulistiono tidak "Kumpul Sapi" lagi,'' beber Serda Suwarno.

Menurut Pasiter Kodim Blora, Kapten Inf.Puryanto, di gelaran TMMD Jurangjero, rencana awal jajaranya akan merehab 3 rumah wara Desa Jurangjero. Hanya saja, dalam perjalanan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Blora turun ke desa sasaran, dan menyalurkan bantuan kepada warga kurang mampu di Desa Jurangjero berupa perehaban 4 RTLH. Sehingga total RTLH yang direhab ada 7 rumah. 

Penyerahan bantuan rehab 4 RTLH untuk warga Jurangjero itu dilakukan oleh Wakil Bupati Blora H.Arief Rohman MSi dengan didampingi Dandim Blora, Letkol Inf. Ali Mahmudi SE. Wakil Ketua II Baznas Blora, H.Nur Rokhim S.pd. Pihak Baznas Blora menyatakan, penyerahan bantuan rehab RTLH itu merupakan salah satu bentuk kerjasama Baznas Blora dengan Kodim 0721/Blora dalam mensukseskan TMMD Reguler ke -104 .

Sebagi yang dituakan di desanya, Kades Jurangjero, Juwartik menyambut gembira dengan bantuan dari Baznas Blora. ''Mewakili warga, saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, dimana Baznas Blora sudah mau memperhatikan nasib warga yang kurang mampu di desa saya untuk perbaikan rumah tinggalnya," ungkap Kades Juwartik.

Yang cukup menggembirakan, tuah TMMD Jurangjero tidak berhenti disitu. Warga Desa Nglengkir yang masih bertetangga dengan Desa Jurangjero ikut ketiban rejeki nomplok terkait TMMD tesebut. Menyusul Baznas Kabupaten Blora juga mengucurkan bantuan untuk merehab sejumlah RTLH milik warga desa setempat.

Jika sebelumnya Baznas memberikan bantuan rehab empat RTLH, kepada warga Desa Jurangjero. Untuk Bhaksos di desa Nglengkir, Baznas menurunkan bantuan untuk rehab 5 RTLH. Diharapkan dengan bantuan itu bisa membantu warga kurang mampu di desa setempat untuk mempunyai rumah yang layak huni.

Menurut Ketua I, Baznas Blora, Widodo S.Ag, bantuan RTLH untuk warga Desa Nglengkir itu masih berkaitan untuk mendukung program TMMD Kodim Blora. ''Sasarannya adalah warga yang sudah punya rumah tetapi tidak layak untuk di huni. Mudah-mudahan bermanfaat karena apa yang dilakukan Baznas bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat,'' papar Widodo.

Memantik Perhatian 

Apa yang dilakukan jajaran Kodim Blora saat melaksanakan TMMD Reguler ke-104 di Desa Jurangjero, Kecamatan Bogorejo itu memantik perhatian banyak pihak di Blora. Bukan dipersoalan kegiatan TMMD -nya, melainkan pemilihan sasaran fisiknya yang dinilai tepat. Di sasaran fisik perehaban RTLH misalnya, sedikit banyak merupakan sebuah solusi terhadap fenomena masih ada warga Blora yang hidup serumah dengan binatang piaraan, yang tentu dari sisi kesehatan jauh dari pola hidup sehat.  

''Pertanyaannya sekarang, apakah jumlah warga di Desa Jurangjero hanya dua orang yang tinggal serumah dengan ternak sapinya ? Bagaimana dengan di desa-desa pelosok di Blora lainnya ?'' ungkap Herifiyanto, jurnalis sebuah media online yang sering blusukan ke pelosok pedesaan di Blora.

Menurutnya, kalau boleh usul, apa yang dilakukan Kodim Blora yakni berhasil "mengkondisikan" dua warga yang hidup serumah dengan ternak sapi yakni dengan merehabnya, hendaknya pihak yang berkompeten melakukan survey komplit di 295 Desa/Kelurahan yang ada di Blora untuk mengetahui berapa jumlah warga yang masih tinggal bersama binatang piaraan sehari-harinya.

''Tindak lanjutnya adalah dengan mengucurkan bantuan sehingga warga yang "terciduk" masih hidup dengan binatang piaraan bisa "dientaskan" dan berpola hidup sehat,'' tambah Heri.     

Tidak berlebihan dengan harapan dan usulan dari Steve tersebut. Pasalnya, rumah warga Jurangjero yang direhab lantaran memang kondisinya memprihatinkan dan hidup sehari-harinya masih tinggal bersama bintang piaraan sapi, selain dialami oleh Sulistiono, juga dialami oleh Mbah Saki. 

Tidak jauh berbeda dengan Kodisi rumah Sulistiono, adalah kondisi rumah Mbah Saki. Berawal ketika Tim Survey gabungan dari Kodim, PUPR dan PMD Kabupaten Blora melakukan survey lapangan untuk menentukan siapa-siapa yang pantas mendapat jatah rehab rumah berkenaan gelaran TMMD Reguler ke-104 Kodim 0721/Blora, dan mendatangi sebuah rumah di Dukuh Nggoloyo, beberapa warga menginformasikan bahwa rumah tersebut sering dipakai "kumpul sapi". ''Rumah itu digunakan pemiliknya untuk "Kumpul Sapi",'' ujar seorang warga kepada Tim Survey. 

Setelah ditanyakan lebih lanjut, "Kumpul Sapi" dimaksud adalah rumah yang diketahui milik seorang janda tua itu, Mbah Saki (72), oleh pemiliknya selain untuk tempat tinggal juga digunakan untuk kandang sapi. Berbicara apakah dari sisi kesehatan apakah sehat ? Tentu jauh dari sehat, karena tentu sehari-hari pemilik rumah akan 'berkumpul" dengan kotoran sapi. Hingga akhirnya, Tim Survey yang didalamnya termasuk Bati Bhakti TNI Kodim Blora, Peltu Suharyanto, memutuskan rumah Mbah Saki masuk dalam daftar Rumah Tidak Layak Huni yang akan direhab dalam gelaran TMMD Reguler Kodim Blora.

Kini, setelah beberapa hari disentuh Satgas TMMD Kodim Blora bersama warga, rumah Mbah Saki itu benar-benar sehat. Dinding dari tembok, berpondasi, lantai dari adonan semen campur pasir, terlebih juga berventilasi. Tidak hanya itu, merupakan paket komplit, Mbah Saki juga dibangunkan jamban oleh Tentara.

Adalah Kopda Deni Yanuar, salah seorang anggota Satgas TMMD dari Yonif 410/Alugoro yang sempat terheran-heran saat akan merehab rumah itu. "Pertama melihat rumah Mbah Saki, saya heran sekaligus merasa kasihan. Kok bisa pemiliknya tinggal di rumah yang kondisinya begitu parah. Betapa tidak, tidak ada ventilasi jendela, belum lagi rumah tersebut juga dijadikan kandang sapi. Setelah disentuh Tentara dan warga, kini rumah tersebut jadi bagus dan kokoh. Terpenting rumah Mbah Saki menjadi rumah sehat karena dibikinkan jendela yang bagus, sehingga udara bisa masuk kedalam rumah," ungkap Kopda Deni Yanuar. 

Memprihatinkan

Dari pengamatan suaramerdeka.com yang mengikuti Tim Survey Kodim Blora ke desa sasaran TMMD Kodim Blora, rata-rata kondisi tujuh RTLH milik warga Desa Jurangjero yang akan dijadikan sasaran fisik TMMD reguler ke -104 Kodim 0721/Blora, kondisinya memang memprihatinkan. Bahkan ada salah satu rumah, yakni rumah Sutiyono di Dukuh Nggoloyo, desa setempat, selain tidak layak huni dari sisi keamanan juga sangat mengkawatirkan. Menyusul kayu yang digunakan untuk rangka rumah banyak yang keropos sehingga rawan roboh.

Untuk rumah Sulistiono yang juga berada di Dukuh Nggoloyo, kondisinya tidak jauh berbeda dengan rumah Mbah Saki. Sebelum direhab, selain rumah juga dijadikan kandang sapi, sebagian dinding rumah Sulistiyono terbuat dari papan kayu yang sudah lapuk, sebagian lagi dari anyaman bambu yang juga dalam kondisi lapuk. Lantai dari tanah liat, belum lagi genting banyak yang hancur, sehingga kalau hujan dipastikan akan bocor sehingga membuat lantai dalam rumah becek.   

Menurut Bati Bhakti TNI Kodim Blora, Peltu Suharyanto, dari tujuh rumah yang direhab, yang paling parah adalah rumah Sutiyono di Dukuh Nggoloyo, Desa Jurangjero. Karena kondisi rumahnya sangat parah kerusakannya, sehingga saat merobohkan rumah itu, demi keselamatan bersama, TNI dan warga menggelar musyawarah bersama.  
Kondisi rumah buruh serabutan itu, mayoritas genting hancur, banyak  kayu yang sudah lapuk, sehingga saat dilakukan pembongkaran tingkat kerawanannya sangat tinggi.

''Karena butuh  ketelitian serta kehati-hatian saat proses pembongkaran, diputuskan antara Satgas TMMD dan warga masyarakat yang ikut gotong royong musyawarah,'' jelas Bati Bhakti TNI Kodim Blora, Peltu Suharyanto.  

Pelda Sukarno, Bati Bhakti TNI Koramil 02/Jepon yang masuk dalam Tim Satgas TMMD, juga membenarkan jika kondisi rumah Sutiyono termasuk yang paling parah dibanding sejumlah rumah di Desa Jurangjero yang aka di rehab. Dikemukakan, hampir seluruh bagian rumah berbahan kayu yang sudah berlobang , lapuk lagi.

Karena kondisinya yang seperti itu, yakni rawan roboh, untuk membongkar sebelum diperbaiki perlu kehati-hatian, sesama angota Satgas TMMD  dan warga mengadakan musyawarah. Intinya untuk memutuskan bagaiman mencari cara yang paling aman saat membongkar rumah Sutiyono.

Tidak ada jalan lain bagi jajaran Kodim Blora, kecuali membongkar total rumah itu, mengganti sebagian besar kayu karena memang kondisinya sudah banyak yang keropos. Genteng rumah 90 persen diganti dengan genteng baru, menyusul genteng lama juga banyak yang rusak termakan usia. 

Di perehaban RTLH, Dandim Blora, Letkol Inf. Mahmudi memang sudah perintahkan agar menciptakan karya berkualitas di momen TMMD. Dan perintah tesebut ditindaklanjuti satgas yang ada di lapangan, saat merehab RTLH mulai dari pondasi hingga atap rumah dibuat sekuat mungkin. Dinding yang semula dari papan yang sudah rapuh diganti dengan bangunan tembok yang kokoh, lantai dibikin dari adukan semen dan pasir, juga dibkinkan jendela ventilasi yang memadai. 

Kini, sejumlah RTLH milik warga Desa Jurangjero, telah "disulap" TNI Kodim Blora menjadi rumah yang kokoh, sehat sehingga menjadi layak huni. Ucapan terimakasihpun "menggelontor" dari para warga yang penerima rehab RTLH di TMMD Kodim Blora itu.

Mbah Saki (65), warga RT 02/RW 03, Dukuh Nggoloyo, Desa Jurangjero Kecamatan Bogorejo mengungakapkan rasa harunya, menyusul rumahnya termasuk salah satu dari tiga Rumah Tidak Layak Huni yang direhab pada TMMD Reguler ke -104 Kodim 0721/Blora. 

Saat Tim Pendim 0721/Blora berkunjung ke rumahnya, Mbah Saki tampak berkaca-kaca, seolah tidak kuasa untuk menahan air mata. ''Saya tidak tahu harus berucap apa dengan ketulusan hati prajurit TNI Kodim Blora, dimana telah membedah rumahnya menjadi rumah layak huni,'' ujar Mbah Saki dengan suara tersendat.

Sementara itu salah seorang tetangganya, Mbah Wakinah (70), yang nimbrung di pertemuan itu ikut mengucapkan banyak terimakasih kepada TNI jajaran Kodim 0721/Blora, menyusul rumah Mbah Saki telah  dibangun menjadi bagus. Pengabdian penuh perjuangan berat dan melelahkan dari para Satgas TMMD Kodim Blora itu, tampaknya tertebus sudah manakala melihat wajah bingar para pemilik rumah yang direhab. 

Menurut Koordinator lapangan TMMD, Peltu Suharyanto, di sasaran fisik perehaban RTLH, para Satgas TMMD memang menghadapi kendala dengan droping material. Menyusul lokasi rumah para penerima RTLH berada di ujung lorong, sehingga truk pengangkut material tidak bisa sampai ke titik pekerjaan. Konsekuensinya, anggota Satgas harus melangsir material secara manual.       

''Kebanyakan lokasi rumah penerima rehab RTLH berada di lorong dengan jalan setapak yang terjal, sehingga Satgas TMMD dan warga  harus melangsir material dengan cara memikul. ''Medannya tidak ada yang mudah untuk mengerjakan sasaran fisik TMMD di Desa Jurangjero. Mulai dari pembangunan jalan makadam, hingga rehap RTLH,'' ungkap Peltu Suharyanto. 

Apa yang telah dilakukan Tentara Satgas TMMD dengan dibantu warga, mendapat apresiasi dari Aspers Kasad, Mayjen TNI Heri Wiranto, S.E., M.M., M.Tr. (Han), saat meninjau hasil perehaban Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Jurangjero, salah satu sasaran fisik TMMD reguler ke-104 Kodim 0721/Blora.

Dia menyatakan sangat senang dengan hasil perehaban RTLH yang dilakukan oleh Satgas TMMD Kodim Blora yang benar-benar bagus. "Saya sangat senang dengan hasil perehaban rumah yang telah dikerjakan oleh anggota Satgas TMMD bersama warga. Rumah yang semula masuk kategori tidak layak huni sekarang sudah menjadi bagus. Dan lagi di perehabannya menggunakan bahan material berkualitas, seperti penggunaan kayu jati sehingga sudah standar seperti yang diharapkan. Ini rumah Sutiyono kalau di Jakarta sudah bagus," tandas Aspers Kasad.

Usai dikunjungi Aspers Kasad Mayjen TNI Heri Wiranto, S.E., M.M., M.Tr. (Han), tampak kebahagiaan keluarga Sutiyono (31), warga Dukuh Nggoloyo, Desa Jurangjero sangat luar biasa. Senyum cerah terus menghiasi wajahnya, setelah direhab Satgas TMMD bersama warga, kini rumahnya  menjadi kokoh, bagus dan sehat untuk dihuni.

''Siapa orangnya yang tidak bahagia Pak, rumah yang dulunya bobrok, nyaris ambruk sekarang setelah dibangun Pak Tentara menjadi bagus dan kokoh,'' ujarnya.


(Urip Daryanto/CN39/SM Network)