• KANAL BERITA

Satu Pembunuh Bayaran Pengusaha Tembakau Terus Diburu

Dua tersangka kasus pembunuhan berencana yakni Permadi dan Nurtafia digelandang aparat kepolisian ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Temanggung. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Dua tersangka kasus pembunuhan berencana yakni Permadi dan Nurtafia digelandang aparat kepolisian ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Temanggung. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Jajaran Satreskrim Polres Temanggung masih terus memburu pembunuh bayaran yang menewaskan seorang pengusaha tembakau bernama Tjiong Boen Siong (64), warga Jalan Kosasih Nomor 59 RT 001 RW 006 Kelurahan Parakan Kauman Kecamatan Parakan, Temanggung. Sementara untuk memutus komunikasi di antara ketiga tersangka yang telah diamankan, dua tersangka kasus pembunuhan berencana tersebut dipindahkan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Temanggung, Jumat (22/3) pukul 14.27 WIB.

Kapolres Temanggung, AKBP Wiyono Eko Prasetyo, melalui Kasatreskrim Polres Temanggung, AKP Dwi Haryadi mengungkapkan, dua tersangka yang dititipakn di Rutan Temanggung yakni tersangka Nurtafia alias N, istri korban Tjiong Boen Siong dan Permadi DW alias P, pria idaman lain (PIL) Nurtafia. Sedangkan tersangka lain yang berperan sebagai eksekutor dalam kasus pembunuhan ini, yakni Indarto alias I masih di tempatkan di ruang tahanan Mapolres Temanggung.
 
"Sore ini (Jumat-red), dua tersangka kasus pembunuhan berencana kami titipkan di Rutan Temanggung. Sedangkan satu tersangka lainnya masih mendekam di ruang tahanan Mapolres Temanggung," ungkap Dwi, kepada awak media.

Menurut dia, ketiga tersangka kasus pembunuhan berencana tersebut memang sengaja dipisahkan untuk memutus komunikasi di antara mereka. Sebab, pihaknya sampai saat ini masih melakukan pendalaman dan pengembangan terhadap kasus itu.

"Sengaja kami pisahkan, agar tidak ada komunikasi di antara ketiga tersangka ini. Tidak menutup kemungkinan jika mereka masih bisa berkomunikasi, akan membentuk opini baru yang dibuat oleh ketiga tersangka ini," kata dia.

Untuk pendalaman terhadap kasus memang bisa dilakukan lebih optimal jika memang ketiga tersangka ini dipisah-pisahkan. Karenanya, kemarin ketiga tersangka ini dipisahkan. Keterangan yang diberikan tersangka saat dilakukan pendalaman benar-benar sesuai dengan kondisinya tanpa ada rekayasa.

Selain memisahkan para tersangka, dalam kesempatan itu, pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa mobil pick-up Mitsubishi Colt 120 SS warna hitam dan Xenia warna hitam BE 2433 YS. Selain itu pihaknya telah menyita barang bukti baru lainnya, diantaranya sejumlah telepon genggam dari ketiga tersangka dan uang tunai kurang lebih sebanyak Rp 12 juta.

"Uang itu merupakan sisa uang yang diberikan oleh N kepada P sebanyak Rp 65 juta," terang dia.

Untuk uang sebanyak Rp 10 juta itu diamankan petugas saat melakukan pengeledahan di rumah Permadi. Uang tunai yang ditemukan kurang lebih sebanyak Rp 10 juta. Uang itu atas keterangan tersangka merupakan pemberian dari tersangka Nurtafia. Sedangkan uang sebanyak Rp 2 juta disita saat dilakukan penangkapan kepada pelaku.

"Untuk kasus ini kami telah melakukan pemeriksaan kepada 10 saksi, termasuk istri korban yang merupakan salah satu otak dari kasus pembunuhan berencana tersebut," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, tiga tersangka yang terlibat langsung dalam kasus pembunuhan berencana seorang pengusaha tembakau dan pupuk, Tjiong Boen Siong (64), warga Kelurahan Parakan Kauman, Kecamatan Parakan, Temanggung. Dari keterangan pihak kepolisian, otak dari pembunuhan berencana itu adalah Nurtafia, istri korban dan Permadi yang merupakan selingkungan Nurtafia. Keduanya telah menjalin asmara terlarang selama dua tahun dan berusaha menghilangkan nyawa korban dengan melibatkan dua tersangka lainnya.

Dua tersangka yang merupakan eksekutor dalam kasus ini adalah Indarto dan Ambon. Permadi dan Nurtafia telah menjali hubungan khusus, selama dua tahun terakhir kedua tersangka ini sudah sering bertemu tanpa sepengetahuan korban yang tak lain adalah suami dari Nurtafia. Awal cerita dari asmara berbuntut pembunuhan berencana ini, ketika kedua tersangka bertemu sekitar dua tahun lalu, saat Permadi ingin berbisnis tembakau. Tak hanya soal bisnis, Nurtafia dan Permadi kemudian juga menjalin kisah asmara.

Bahkan, keduanya berniat melangsungkan pernikahan. Namun, keberadaan Tjiong Boen Siong dianggap sebagai penghalang dari rencana membangun rumah tangga mereka. Karena alasan tersebut, keduanya tersangka bersepakat untuk melenyapkan korban, dengan menyewa pembunuh bayaran yakni I dan A. Dari aksinya ini kedua tersangka I dan A mendapat imbalan Rp 20 juta. Masing-masing pembunuh bayaran tersebut mendapatkan upah sebesar Rp 10 juta. Uang itu merupakan pemberian Nurtafia, yang diambil dari tabungan korban.


(M Abdul Rohman/CN40/SM Network)