• KANAL BERITA

Jadikan Kecurangan Pemilu Sebagai Musuh Bersama

Al Muzammil Yusuf saat menjadi pembicara pada diskusi Press Gathering Wartawan Parlemen. (suaramerdeka.com/Hartono Harimurti)
Al Muzammil Yusuf saat menjadi pembicara pada diskusi Press Gathering Wartawan Parlemen. (suaramerdeka.com/Hartono Harimurti)

BANDARLAMPUNG, suaramerdeka.com - Anggota Fraksi PKS MPR RI, Al Muzammil Yusuf, mengajak semua pihak menjadikan kecurangan dalam Pemilu sebagai musuh bersama. Dan upaya tersebut akan efektif bila dikampanyekan secara masif oleh berbagai media massa yang ada.  

"Kecurangan dalam Pemilu 2019 harus dijadikan sebagai musuh bersama. Media mainstream dan media sosial bisa melakukan gerakan secara masif bersama-sama mencegah kecurangan dalam pemilu. Sehingga timses manapun akan takut untuk melakukan kecurangan,” kata Muzammil. dalam diskusi pada acara press gathering Koordinatoriat Wartawan Parlemen, dengan tema “Etika Politik dalam Pemilu” di Swiss Belhotel Bandar Lampung, Jumat(22/3) malam.

Menurut Muzammil, konstitusi sudah mengatur prinsip dasar pelaksanaan pemilu yang menyebutkan Pemilu dilaksanakan dengan Luber Jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil). Luber Jurdil menjaga Pemilu dari kecurangan. Dan menyelamatan bangsa dari kekacauan dan kerusuhan akibat Pemilu.

"Bila curang, pasti akan menimbulkan protes lalu gugat menggugat, ini berpotensi memunculkan konflik horizontal. Bisa terjadi perpecahan sesama anak bangsa. Maka kecurangan harus dicegah. Jadi Pemilu yang Luber Jurdil adalah kebutuhan kita bersama demi menjaga suasana yang kondusif dan keutuhan bangsa pasca Pemilu. Kita harus serius mencegah kecurangan, karena kekhawatiran terjadinya kecurangan dalam pemilu sangat terasa," kata pria asal Lampung tersebut.  

Dia lalu mencontohkan keterlibatan aparat untuk pemenangan salah satu paslon. Keterlibatan aparat itu sudah tersebar di media sosial dan perlu diklarifikasi di lapangan.

“Ini menimbulkan dan semakin menambah kecurigaan. Kami di parlemen terus mengimbau polisi dan TNI untuk tetap netral. Karena hanya bila Polri dan TNI benar-benar netral maka saya yakin keamanan terjaga karena keduanya memegang kekuatan keamanan dan keselamatan negara ke depan,” tegas dia.

Dalam acara yang sama, anggota MPR RI Fraksi PAN, Alimin Abdullah, berharap media mainstream dan media sosial benar-benar berperan memperjuangkan kebenaran. Sehingga benar-benar berperan sebagai pilar demokrasi yang efektif.

"Saya berharap pers benar-benar menjadi pilar demokrasi, dengan menyuarakan kebenaran. Dan ikut menjaga suasana agar kondusif, demi persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan karena Pemilu, maka muncul upaya menghalalkan segala cara, tanpa mempedulikan dampaknya bagi keutuhan bangsa ini. Ini harus sama-sama kita cegah, dan pers bisa berperan penting dalam upaya ini," pungkas Alimin.


(Hartono Harimurti/CN40/SM Network)