• KANAL BERITA

TKN Yakin Undecided Voter Akan Pilih Jokowi

Foto Istimewa
Foto Istimewa

JAKARTA,suaramerdeka.com - Influencer tim kampanye nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Eva Kusuma Sundari, yakin warga yang belum menentukan pilihan (undecided voter) dan pemilih mengambang (swing voter) pada akhirnya akan memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01. 

Pernyataan Eva ini disampaikan menyikapi hasil survei Litbang Kompas yang menempatkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di angka kurang dari 50 persen dan pasangan calon Prabowo-Sandi di angka 37,4 persen. Sebanyak 13,4 persen responden lainnya menyatakan rahasia. Dari hasil survei Litbang Kompas, terjadi penurunan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 3,4 Persen dan kenaikan elektabilitas Prabowo-Sandi sebesar 4,7 Persen.

Pada survei Litbang Kompas Oktober 2018 lalu, perolehan suara keduanya masih berjarak 19,9 persen dengan keunggulan suara di pihak Jokowi-Ma'ruf. Saat itu, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 52,6 persen, Prabowo-Sandiaga 32,7 persen, dan 14,7 responden menyatakan rahasia.

Menurut Eva, jajak pendapat yang dilakukan Litbang Kompas memiliki kemiripan dengan survei yang dilakukan "Polmark", lembaga milik Eep Saifullah Fatah. Dimana angka undecided voter terbilang tinggi. 

"Di riset-riset yang undecided voternya kecil itu Jokowi selalu perolehannya di atas 50 persen, bahkan sampai ada yang 58 persen. Itu ada ada di delapan atau tujuh lembaga survei. Tapi di dua riset, risetnya Eep dan Kompas itu Jokowi di sekitar 50-an aja. Ternyata undecided voters-nya tinggi," kata Eva di Jakarta hari ini.

Eva karena itu berpendapat, perolehan elektabilitas yang berada di kisaran 50 persen disebabkan perilaku undecided voter. "Kalau undecided voternya terbuka, Jokowi naik. Nah kalau undecided voters-nya itu enggak mau jawab dan ngomong rahasia, itu Pak Jokowi rendah. Ini indikasinya gampang, ternyta undecided voter kecenderungannya pro ke Jokowi. Jadi saya enggak khawatir bahwa nanti ketika pencoblosan itu Pak Jokowi perolehannya akan 58 persen. Ya di sekitar itu," ujarnya. 

Terkecuali, kata dia, jika banyak undecided voter yang memilih golput. Kondisi inilah yang harus diantisipasi. "Jadi undecided voter itu kalau mau dipolarisasi di bagi ke dua kandidat, lebih banyak memilih Pak Jokowi," ungkap yakin. 

Eva masih optimistis pasangan Jokowi-Ma'ruf mendapatkan 60 persen suara. Kendari hal itu sangat tergantung pada perilaku undecided voter. "Jadi bukan kerena mesin (partai)," tegasnya. Menurut Eva, partai koalisi sudah berjuang maksimal. Termasuk partainya, PDI perjuangan. "Semua ngeggas karena kita semua ingin memanfaatkan coattail effect. Kita ingin menang tebal. Jadi mesin sangat full bekerja dan pada kecepatan tinggi," tutupnya.

Pengamat politik dari The Habibie Center, Bawono Kumoro, mengatakan bahwa tipisnya jarak elektabilitas antara pasangan calon 01 dan 02 di survei Litbang Survei memang cukup mengejutkan. Sebab survei-survei dirilis oleh lembaga survei selama ini menunjukkan jarak elektabilitas di angka 20 persen. Meski demikian, dia berharap kedua pasangan tidak reaktif. Kubu 01 tidak panik dan kubu 02 tidak puas dengan hasl survei itu.

"Catatan bagi kubu 01 di kurang satu bulan menjelang pencoblosan, ini tidak perlu lagi memainkan isu baru untuk mendulang suara karena tingkat kemantapan pemilih mereka saat ini sudah sangat tinggi di atas 70%. Lebih baik fokus memperkuat dan memastikan pra pemilih dengan tingkat kemantapan tinggi (strong voters) akan hadir di TPS tanggal 17 April mendatang," ujarnya.


(Yulianto/CN19/SM Network)