• KANAL BERITA

Polri dan TNI Jamin Amankan Pemilu Hingga TPS

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono bersama personel TNI, KPU, dan DPRD, meninjau peralatan Polri untuk pengamanan Pemilu dalam apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan Pemilu 2019 di Mapolres Salatiga, Jumat (22/3). 9suaramerdeka.com/Moch Kundori)
Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono bersama personel TNI, KPU, dan DPRD, meninjau peralatan Polri untuk pengamanan Pemilu dalam apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan Pemilu 2019 di Mapolres Salatiga, Jumat (22/3). 9suaramerdeka.com/Moch Kundori)

SIDOMUKTI, suaramerdeka.com - Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono menyatakan, petugas kepolisian dibantu personel TNI siap mengamankan jalannya Pemilu 2019 hingga ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pengamanan di TPS dengan Pola 2-6-12, yaitu satu petugas polisi menjaga tiga TPS bersama 12 personel Linmas di enam TPS. 

"Pasukan Polri akan kami terjunkan mulai 24 Maret dibantu pasukan pemukul dari TNI sebanyak 145 personel. Pada intinya semua elemen pasukan dari berbagai unsur sudah siap mengamankan Pemilu di Salatiga," katanya kepada wartawan usai apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan Pemilu 2019 di Mapolres Salatiga, Jumat (22/3).

Apel diikuti tak kurang 700 orang dari berbagai unsur baik Polri, TNI, Pemkot, perusahaan swasta, dan ormas. Dalam apel itu juga disampaikan pernyataan netral bagi aparat kepolisian, TNI, pemerintah dalam pemilu nanti. Juga pernyataan akan menjaga ketertiban dan melakukan kampanye terbuka sesuai aturan perundang-undangan, berintegritas, dan tidak menyebar hoaks yang dibacakan perwakilan partai politik peserta Pemilu.   

Kapolres menyebut, meski di Salatiga hingga saat ini belum ada TPS yang dikategorikan rawan, tetapi pihaknya tetap siaga jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam pengamanan. Hal penting yang perlu diantisipasi, di antaranya pengamanan paska penghitungan suara.  Bukan tidak mungkin potensi ketidakpuasan dari peserta pemilu terhadap hasil pemilu bisa terjadi,  sehingga menimbulkan mobilisasi masa.

"Tetapi kami optimistis di Salatiga hal itu tidak terjadi. Ini karena tingkat intelektual warga Salatiga cukup tinggi sehingga tidak gampang terprovokasi. Tetapi kami tidak boleh lengah," katanya.

Menurut Kapolres, sejatinya, pengamanan Pemilu ini bukan tanggung jawab petugas keamanan semata. Seluruh elemen baik KPU, Bawaslu, Ormas, dan masyarakat diharapkan bisa menciptakan suasana kondusif yang selama ini sudah berjalan baik di Salatiga.

Disampaikannya, sampai dengan saat ini kondisi keamanan dan ketertiban di masyarakat (Kamtibmas)  aman, nyaman dan kondusif. Tentunya ini berkat kerjasama semua komponen bangsa.

Mengenai kampanye terbuka yang akan dilaksanakan oleh partai-partai peserta Pemilu, Kapolres melarang kader dan simpatisan partai politik menggunakan kendaraan bermotor berknalpot brong saat menghadiri kampanye terbuka itu.  Polres  akan menindak tegas peserta kampanye yang mengendarai sepeda motor berknalpot yang tidak sesuai ketentuan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tertib aturan lalu lintas saat berkampanye. Misalnya, peserta kampanye yang menggunakan kendaraan bermotor yang tidak sesuai ketentuan, termasuk knalpot brong akan kami tilang. Kami tidak akan pandang bulu dalam menindak peserta kampanye yang kedapatan melanggar aturan," katanya.  

Ketua Bawaslu Kota Salatiga Agung Ari Mursito menambahkan partai politik  peserta pemilu atau tim kampanye diminta sebelum melakukan kegiatan kampanye, mengajukan izin ke Bawaslu sehari sebelumnya.

Menurutnya, kampanye terbuka nanti di Kota Salatiga terdapat 10 titik lokasi yang diperbolehkan menggelar sosialisasi kepada warga. Beberapa lapangan yang sedang ada perbaikan tidak digunakan. Yang boleh diantaranya lapangan Ploso Randuacir, Lapangan  Kalibening, dan Lapangan  Kembangarum.


(Moch Kundori/CN42/SM Network)