• KANAL BERITA

Lapindo Minta Perpanjangan Bayar Cicilan

Lumpur Lapindo / Antara
Lumpur Lapindo / Antara

JAKARTA, suaramerdeka.com - PT Minarak Lapindo Jaya disebut-sebut mengajukan perpanjangan waktu bayar kewajiban dana talangan bagi masyarakat yang terkena genangan lumpur di Sidoarjo. Saat ini perusahaan milik grup Bakrie itu masih menunggu persetujuan pemerintah.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut PT Lapindo tahun ini belum membayar cicilan utangnya kepada pemerintah atas dana talangan korban lumpur Lapindo.

Ini berarti, perusahaan itu membayarkan cicilan terakhirnya pada pertengahan tahun lalu. Namun Basuki tidak menyebut pasti berapa nominal yang sudah dibayarkan oleh Lapindo ke pemerintah. Yang pasti, jumlahnya tak lebih dari 10 persen dari total dana talangan yang dikeluarkan pemerintah sebesar Rp 827 miliar. 

"Mereka (Lapindo) kan meminta perpanjangan waktu bayar. Jadi mereka bayar sedikit, lalu minta perpanjangan," ujar Basuki di Jakarta, Jumat (22/3). 

Hanya saja pemerintah sejauh ini belum mengiyakan keinginan tersebut. Menurut Menteri PUPR, kewenangan itu ada di bawah Kementerian Keuangan. 

"Saya ikut bertanggung jawab, tapi kewenangan lain lebih ke Kementerian Keuangan," jelas Basuki. 

Seperti diketahui pemerintah memutuskan untuk membayarkan lebih dulu ganti rugi yang harusnya ditanggung oleh PT Lapindo ke masyarakat melalui perjanjian Pemberian Pinjaman Dana Antisipasi untuk Melunasi Pembelian Tanah dan Bangunan Warga Korban Luapan Lumpur Sidoarjo dalam Peta Area Terdampak 22 Maret 2007. 

Penandatanganan itu dilakukan pada Juli 2015 lalu dengan syarat pengembalian maksimal empat tahun sejak perjanjian ditandatangani. Ini artinya tenggat waktu pembayaran tinggal beberapa bulan lagi, tepatnya Juli 2019. 

Pemerintah memberikan bunga pinjaman sebesar 4,8 persen per tahun. Bila perusahaan tak bisa melunasi utangnya, aset tanah dan bangunan yang telah dibayar Lapindo senilai Rp2,7 triliun akan beralih secara otomatis menjadi aset negara.


(Fauzan Jayadi/CN42/SM Network)