• KANAL BERITA

Seluruh Amdal Lalu Lintas Dievaluasi

Foto: Star2.com
Foto: Star2.com

UNGARAN, suaramerdeka.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang bakal mengevaluasi seluruh dokumen analisis dampak lingkungan (amdal) untuk lalu lintas. Pernyataan itu disampaikan Kepala Dishub Kabupaten Semarang, Rudibdo, Kamis (21/3). Menurutnya, evaluasi perlu dilakukan tahun ini menyusul adanya perubahan cara pandang pembangunan daerah.

“Dimana dipengaruhi banyak tumbuhnya industri pariwisata yang belum diantisipasi, sehingga keberadaannya menimbulkan zona kemacetan baru. Maka perlu adanya evaluasi ulang,” katanya.

Evaluasi yang dimaksud, salah satunya diwujudkan dengan melakukan kajian baru di lokasi jalan tertentu. Baik yang berhubungan langsung dengan jalan nasional, provinsi, maupun jalan kabupaten.

“Fokus evaluasi dokumen amdal lalu lintas kami arahkan ke jalan yang mempunyai potensi kemacetan dan kecelakaan,” terangnya.

Kalau pun bisa diantisipasi dengan pemasangan marka, rambu, maupun petunjuk larangan baru, lanjutnya, seperti hasil koordinasi dengan Polres Semarang menyikapi ruas jalan mulai RSUD Ungaran hingga depan Universitas Ngudi Waluyo (UNW) Ungaran. Di area itu saat ini sudah terpasang sarana rambu pita kejut, dengan harapan dapat mengurangi potensi risiko terjadinya kecelakaan.

Hal serupa juga ditempatkan pada sejumlah zona sekolah dan tempat ibadah di Bumi Serasi. Namun demikian, Rudibdo mengakui, itu semua bisa diwujudkan bertahap karena kemampuan anggaran keuangan Pemkab Semarang.

“Kecepatan berkendara pengguna jalan bisa dikendalikan melalui pemasangan pita kejut dan pemasangan lampu kedip berwarna kuning,” imbuhnya.

Kajian yang sama, rencananya akan ditujukan untuk ruas jalan di Lopait, Tuntang pascaadanya tempat wisata baru di sana. Dari pengamatan awal, data Dishub Kabupaten Semarang memaparkan bila area jalan yang dimaksud butuh ruang baru agar pengunjung yang hendak masuk ke obyek wisata tidak langsung memotong jalan.

“Jika masih tetap seperti sekarang, ya tentu mengganggu lalu lintas terutama dari arah berlawanan. Intinya, perlu dicarikan solusi melibatkan pengelola obyek dan pihak Polres Semarang,” tukas Rudibdo


(Ranin Agung/CN41/SM Network)