• KANAL BERITA

Tanda Tangan Digital Minimalisasi Tindak Pemalsuan

Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian Kota Semarang menggelar sosialisasi tanda tangan digital, yang diikuti peserta dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Kota Semarang. (Foto: suaramerdeka.com/Muhammad Arif Prayoga)
Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian Kota Semarang menggelar sosialisasi tanda tangan digital, yang diikuti peserta dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Kota Semarang. (Foto: suaramerdeka.com/Muhammad Arif Prayoga)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pemakaian tanda tangan digital akan membuat kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Kota Semarang menjadi lebih ringan dan cepat. Seorang Kepala Dinas (Kadin) maupun Sekretaris Dinas (Sekdin) tidak perlu repot lagi harus menandatangani sebuah dokumen secara manual berbentuk tanda tangan basah, dalam jumlah besar.

Selain itu, proses penandatanganan dokumen bisa dilaksanakan selama 24 jam dari berbagai tempat, tanpa harus terus-menerus berada di kantor. Pengoperasian cukup mudah karena terhubung handphone. Tanda tangan digital juga akan meminimalisir terjadinya tindakan pemalsuan karena menggunakan Quick Response Code (QR-Code).

''Penggunaan QR-Code akan mengidentifikasi dan mengetahui apakah tanda tangan tersebut asli atau bukan. Jika berasal dari fotokopian dan bukan berasal dari sistem yang dipilih maka tidak akan keluar nama dan Nomer Induk Kepegawaian (NIK). Tanda tangan digital asli akan diketahui jika itu berasal dari sistem yang telah disetujui,'' ujar Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian Kota Semarang, Nana Storada, saat memberikan sambutannya dalam sosialisasi tanda tangan digital Pemkot Semarang, di Ballroom Hotel Pandanaran, Kamis (21/3).

Menurut dia, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) merupakan OPD pengguna pertama tanda tangan digital di Kota Semarang. Selanjutnya ada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil).

''Diharapkan setelah sosialisasi, tanda tangan digital bisa digunakan di seluruh OPD di Kota Semarang. Akan ditindaklanjuti dengan Perwal tentang tanda tangan digital. Dikomandoi oleh Asisten I Bagian Organisasi sebagai leading sector,'' papar dia.

Rencananya, kata dia, Kota Semarang sepekan mendatang akan menerima penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) sebagai salah satu kota yang telah menerapkan Sistem Pengolahan Data Elektronik (SPDE).

Sementara itu, Asisten Administrasi dan Umum Setda Kota Semarang, Masdiana Safitri, mengatakan, tanda tangan digital merupakan tuntutan di era millenial. Dalam rangka mewujudkan konsep e-Government dan Smart City.

Pemkot Semarang, lanjut dia, akan lebih menggiatkan sosialisasi tentang tanda tangan digital agar lebih dipahami pelaksanaan pada tingkatan OPD.

''Melalui tanda tangan digital, Kadin masih bisa melaksanakan aktivitas lain. Misalnya seperti memantau langsung kegiatan kedinasan dengan terjun ke lapangan, tanpa harus meninggalkan kegiatan administrasi perkantoran,'' papar dia.


(Muhammad Arif Prayoga/CN41/SM Network)