• KANAL BERITA

Pertama di Indonesia, Bupati Batang Lakukan Pencanangan APBDes Serentak

Bupati Batang, Wihaji, memukul gong didampingi jajaran Forkopimda dalam acara pencanangan APBDes serentak se Kabupaten Batang, Kamis (21/3). (suaramerdeka.com/Trisno Suhito)
Bupati Batang, Wihaji, memukul gong didampingi jajaran Forkopimda dalam acara pencanangan APBDes serentak se Kabupaten Batang, Kamis (21/3). (suaramerdeka.com/Trisno Suhito)

BATANG, suaramerdeka.com - Bupati Batang, Wihaji, melakukan pencanangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) serentak se Kabupaten Batang di Pendopo Kabupaten Batang, Kamis (21/3). Kegiatan ini merupakan untuk pertama kalinya digelar di Indonesia.

Pencanangan APBDes serentak se Kabupaten Batang merupakan kerja sama antara Pemkab Batang melalui Dispermades dengan Paguyuban Kepala Desa Sang Pamamong. Selain Bupati Wihaji, acara dihadiri oleh Wakil Bupati Suyono, Kajari Batang Nova Elisa Saragih, Wakil Ketua DPRD Batang Fauzi Fallas, perwakilan Forkopimda, Ketua Paguyuban kades Sang Pamomong dan kades dari seluruh desa di Kabupaten Batang.

Bupati Wihaji mengatakan, pencanangan APBDes serentak merupakan itikad baik dari desa dan jajaran Pemkab untuk merencanakan APBDes secara lebih baik.

''Ini merupakan itikad baik dari kita bersama untuk belajar mengevaluasi. Selama empat tahun  melaksanakan peruntukan dana desa ada kelebihan dan kekurangan. Kekurangan inilah yang coba kita tutup. Kita mulai dari perencananan yang baik sehingga diharapkan bisa menghasilkan sesuatu yang baik. Karena itu kita lakukan pencanangan APBDes secara serentak se Kabupaten Batang,'' ujarnya.
 
Wihaji menjelaskan, kunci pelaksanaan dana desa ada empat yaitu perencanaan yang baik, diikuti dengan pelaksanaan, pengawasan serta pertanggung jawaban yang baik. Pencanangan APBDes serentak juga bisa mencegah terjadinya berbagai persoalan, termasuk kasus hukum dalam pelaksanaan dana desa. Sekaligus juga menyemangati dan saling mendukung antar desa agar pencairan dana desa bisa dilakukan secara bersama-sama.

''Kalau sebelumnya ada desa yang dana desanya sudah cair, dan ada yang belum. Dengan pencanangan APBDes serentak, bisa kita bangun komitmen, ayo bareng-bareng sehingga ke depan dana desa bisa cair bersama-sama. Jadi serentak dan terdapat kompetisi secara bersama-sama dalam arti positif untuk saling mendukung. Sepengetahuan saya, pencanangan APBDes serentak ini merupakan pertama kalinya di Indonesia. Belum ada daerah lain yang melakukan,'' tuturnya.

Ketua Paguyuban Kades Sang Pamomong, A Rozikin mengatakan, pencanangan APBDes serentak se Kabupaten Batang bertujuan agar serapan dana desa tahun 2019 bisa tepat waktu dan tepat sasaran.

Selain itu juga untuk mendukung tata kelola pemerintahan desa yang akuntabel dan transparan. Pencanangan APBDes serentak juga merupakan bagian dari konsistensi Bupati Wihaji untuk memastikan dana desa bisa benar-benar sesuai regulasi, tidak menimbulkan permasalahan hukum dan memberi manfaat pada masyarakat desa. Selain itu melalui kerjasama yang baik dengan jajaran Dispermades Kabupaten Batang.

''Harapannya di 2019, semua kepala desa bisa mempertanggung jawabkan dari mulai pencairan pertama sampai dengan tiga tahapan pencairan. Pencanangan APBDes serentak ini prosesnya juga lama melibatkan semua unsur dengan semangat dari kades sehingga dana desa juga bisa tepat perencanaan, pelaksanaan, pembangunan, dan pelaporannya. Pencanangan APBDes serentak baru kali ini ada dan tujuannya demi kebaikan di Kabupaten Batang,'' tuturnya.

Rozikin menambahkan, untuk mencegah penyimpangan dana desa, pihaknya juga terus membangun komunikasi, koordinasi dan mendapat bimbingan aparat internal pemerintah. Selain itu juga menjalin komunikasi dengan aparat penegak hukum. Ini bagian dari tanggung jawab kades guna memastikan penggunaan dana desa bisa benar-benar sesuai peruntukan untuk kesejahteraan masyarakat, dan tidak terdapat permasalahan hukum ke depan.   

Kajari Batang, Nova Elida Saragih, yang juga menjadi Bunda Sang Pamomong mengatakan, pencanangan APBDes serentak di Kabupaten Batang merupakan sebuah kebanggaan sebab pertama kalinya di Indonesia. Ini menjadi program unggulan yang harus didukung, termasuk oleh jajaran Kejari Batang. Nova juga meminta agar dana desa digunakan sesuai aturan, transparan dan dipertanggung jawabkan dengan baik.

''Saya hadir di acara ini karena sudah ada ikatan emosional dengan desa yang baik selama ini. Jangan lagi ada yang bermain-main dengan dana desa dan bermain-main dibalik kewenangan. Kita harus berubah dan jadi contoh yang baik bagi yang lain dalam pelaksanaan dana desa. Apalagi sekarang ini jumlah dana desa setiap tahunnya juga terus meningkat,'' tuturnya.


(Trisno Suhito/CN40/SM Network)