• KANAL BERITA

BNI Bidik UMKM Cirebon Agar Bisa Mengekspor Produknya

foto: suaramerdeka.com/Wahyu Atmaji
foto: suaramerdeka.com/Wahyu Atmaji

JAKARTA, suaramerdeka.com - Upaya membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar bisa mengekspor produknya terus dilakukan  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI). Kali ini BNI melirik potensi Cirebon sebagai pintu keluar penting bagi produk-produk perdagangan yang dihasilkan oleh pelaku UMKM di berbagai wilayah.
          
Selain menggelontorkan pembiayaan khusus untuk UMKM melalui program kredit usaha rakyat (KUR), BNI juga aktif memberikan pendampingan dan pelatihan kepada para pengusaha UMKM atau nasabah yang baru memulai bisnisnya untuk naik kelas.

Salah satu momentum pelatihan tersebut diselenggarakan dengan Diskusi Panel yang bertajuk “Optimalisasi Potensi UMKM dalam rangka Peningkatan Ekspor”, di Cirebon, Kamis (21/3).

Direktur Bisnis Tresuri dan Internasional BNI, Rico Rizal Budidarmo menuturkan, Cirebon merupakan salah satu wilayah di Jawa Barat yang memiliki potensi besar untuk memasarkan produk UMKM-nya baik ke pasar nasional mau pun internasional.

Hal ini dilihat dari potensi ekonomi kreatif di Cirebon yang beragam, mulai dari produk kuliner, tekstil dan produk tekstil, serta kerajinan tangan. Produk-produk hasil industri tersebut memiliki nilai tambah yang lebih tinggi dan mampu berdaya saing di tingkat internasional, dan selanjutnya dapat menambah kontribusi terhadap neraca perdagangan Indonesia.
           
“BNI saat ini tidak hanya fokus pada penyediaan layanan perdagangan bagi nasabah korporasi saja, BNI juga menyalurkan KUR guna mengembangkan pasar UMKM berbasis ekspor. Tidak hanya itu, BNI juga menyediakan harga yang kompetitif dan layanan transaksi ekspor-impor yang cepat dan efisien,” ujar Rico.
           
Secara akumulasi, BNI telah menyalurkan KUR kepada 537.396 debitur dengan maksimal kredit sebesar Rp 59,03 triliun per Februari 2019.
           
Kegiatan perdagangan oleh para pelaku usaha di Cirebon terutama untuk transaksi ekspor ke depannya juga akan semakin optimal, hal tersebut difasilitasi dengan pembangunan Pusat Logistik Berikat (PLB). PLB tersebut didirikan di Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon sebagai salah satu sarana ekspor yang menguntungkan bagi para eksportir.

Saat ini Pelabuhan Cirebon tengah direvitalisasi sebagai pelabuhan feeder guna mempermudah pengangkutan komoditas ekspor menuju Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta melalui jalur laut. Sehingga akan mengurangi beban angkutan jalan raya terutama mengurangi ongkos-ongkos tidak resmi.


(Wahyu Atmadji/CN40/SM Network)