• KANAL BERITA

Mental Wirausaha Generasi Milenial Perlu Dibentuk

Beberapa Narasumber menyampaikan materi secara bergantian dengan tema "Sukses Pemasaran di Jaman Now" di Hotel Patra Semarang, Kamis (21/3). (suaramerdeka.com/Pamungkas Suci Ashadi)
Beberapa Narasumber menyampaikan materi secara bergantian dengan tema "Sukses Pemasaran di Jaman Now" di Hotel Patra Semarang, Kamis (21/3). (suaramerdeka.com/Pamungkas Suci Ashadi)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Tantangan era digitalisasi industri 4.0 sangat berkembang pesat. Kalau suatu negara ingin berkembang maka syaratnya minimal dua persen dari jumlah penduduk merupakan wirausaha. Di Indonesia ini, penduduk yang memiliki wirausaha menempati pada posisi 3,7 persen dan sudah melebihi diatas minimal. Walau pun sudah diatas minimal, Indonesia masih kalah dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan negara lainnya.

Pernyataan itu, diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Jawa Tengah, Bima Kartika, saat mengisi Business Gathering Ajang Silaturahmi dan Promosi dengan tema "Sukses Pemasaran di Jaman Now" di Hotel Patra Semarang, kamis (21/3).

Menurutnya, agar Indonesia tidak kalah dengan negara tetangga, maka upaya yang dilakukan dengan menumbuhkan mental wirausaha pada generasi milenial. Mental wirausaha generasi milenial perlu dibentuk sejak mereka memasuki bangku SLTA/sederajat mau pun santri di pondok pesantren. Karena masa-masa SLTA telah dewasa untuk berfikir masa depan.

Mereka harus dibina memiliki program yang namanya Tempat Praktek Keterampilan Usaha (TPKU). "Karena itu, lembaga pendidikan perlu diberikan stimulan dan motivasi untuk membina mental wirausaha pada generasi milenial," ujarnya.

Dia mengungkapkan, untuk membentuk mental wirausaha, misalnya dengan mengadakan workshop pelatihan wirausaha untuk mengembangkan potensi yang dimiliki generasi milenial. Dengan begitu, mental wirausaha akan terbentuk. Sehingga ketika sudah lulus nanti potensi tersebut dapat dikembangkan dengan praktek di luar.

Kata Bima, generasi milenial harus menyadari keadaan, kalau hanya mengandalkan lulusan SLTA/sederajat ingin diserap pada sebuah perusahaan semua tidaklah mungkin, sebab persaingan sangat ketat. Jika seumpama dalam melamar pekerjaan tidak diterima, maka dapat mengembangkan bakat berwirausaha apa pun. Sehingga dapat mengantisipasi pengangguran.

"Supaya dapat berdaptasi dengan perkembangan zaman, juga perlu mengembangkan mental usaha bisnis online. Belajar bisnis online dengan membrending produk yang berkualitas," imbuhnya.

Sementara itu, narasumber dari Dosen Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Farida Indriani mengatakan, hampir 50 persen, mahasiswa sekarang mulai aktif membuat usaha sendiri. Mereka memanfaatkan ilmu yang diperoleh di kampus untuk menghasilkan sebuah produk. Sehingga sangat menarik, jika setelah lulus nanti, mahasiswa tidak lagi mengandalkan bekerja pada tempat orang lain.

Menurut Farida, zaman sekarang kalau tidak memiliki keterampilan maka akan kesulitan mencari kerja. Selain itu, jika melamar pekerjaan pada sebuah perusahaan belum tentu diterima, sehingga banyak orang berlari ingin berwirausaha mandiri untuk menghindari pengangguran.

"Kalau di Undip ada mata kuliah ekonomi manajemen bertujuan untuk membentuk karakter mahasiswa bermental wirausaha. Kemudian ada klinik infografis bisnis yang akan memfasilitasi mahasiswa untuk memberikan pendampingan sehingga mental berwirausaha mereka dapat berkembang," ujarnya.


(Pamungkas Ashadi/CN30/SM Network)