• KANAL BERITA

Tinggi, Kekerasan pada Anak di Kabupaten Tegal

MEMBUKA RAPAT : Bupati Tegal Umi Azizah menyampaikan  sambutan pada saat membuka rapat koodinasi gugus tugas Kabupaten Tegal Layak Anak di Ruang Rapat Bupati, Rabu (20/3). (Foto: suaramerdeka.com/Cessnasari)
MEMBUKA RAPAT : Bupati Tegal Umi Azizah menyampaikan sambutan pada saat membuka rapat koodinasi gugus tugas Kabupaten Tegal Layak Anak di Ruang Rapat Bupati, Rabu (20/3). (Foto: suaramerdeka.com/Cessnasari)

SLAWI, suaramerdeka.com - Kasus kekerasan pada anak dan perempuan di Kabupaten Tegal tercatat menempati rangking satu di wilayah eks Karesidenan Pekalongan.  Selama 2018 Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tegal menangani 87 kasus.

‘’Di luar itu banyak kasus yang diselesaikan melalui mediasi, ‘’ kata Kanit PPA Polres Tegal, Iptu Aris Maryono saat mengikuti rapat koordinasi gugus tugas Kabupaten Tegal Layak Anak di Ruang Rapat Bupati, Rabu (20/3).

Menurut Aris, kekerasan dialami anak di berbagai tempat. Di antaranya di tempat publik, seperti objek wisata Guci, Purin dan hotel. Oleh karena itu, Aris menyarankan tempat-tempat yang diperuntukkan bagi anak juga dilengkapi dengan perangkat keamanan termasuk petugas dari instansi terkait untuk melakukan pengawasan.

‘’Jangan sampai fasilitas uang dibuat atau diciptakan untuk anak malah menambah angka kejahatan,’’ tuturnya.

Aris mencontohkan, dari hasil pantauaan Polres Tegal dan Satpol PP, setiap malam Minggu di Monumen GBN, kerap untuk nongkrong anak-anak. Ditengarai, selain untuk balap liar, tempat tersebut digunakan untuk mesum.

Indikasi itu lantaran petugas banyak menemuka alat kontrasepsi di kompleks tersebut. ‘’’Kebanyakan setelah kejadian itu, banyak yang mengadu ke kami. Kejadian kekerasan terjadi di Guci, Purin, termasuk di hotel,’’ katanya.

Sekretaris  Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Endang Kusdaryati, mengakui kasus kekerasan terhadap anak di Tegal tergolong tinggi. ‘’Jumlah kasus memang terbilang tinggi. Pelaku kekerasan sebagian justru orang-orang terdekat korban,’’ kata dia.

Menanggapi saran Kanit PPA Polres Tegal perlunya pengamanan di tempat umum, Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal, Ahmad Thosim mengatakan pengamanan menjadi tanggung jawab semua pihak. Thosim menyebutkan, saat ini tengah dilakukan proses penilaian mandiri Kabupaten Tegal Layak Anak. Diharapkan tahun ini, meningkat menjadi tingkat madya. 

Bupati Tegal, Umi Azizah yang hadir membuka kegiatan tersebut, menegaskan, gugus tugas Kabupaten Layak Anak atau KLA ini dibentuk bukan semata-mata karena tuntutan regulasi atau kepatuhan dalam melaksanakan dan mendukung kebijakan nasional tentang perlindungan anak.


(Cessnasari/CN41/SM Network)