• KANAL BERITA

Sekolah Terendam, Siswa Diliburkan

SEKOLAH TERENDAM :  Halaman SDN I Prambanan , Kecamatan Prambanan, terendam, Senin (18/3). (Foto: suaramerdeka.com/Achmad Hussain)
SEKOLAH TERENDAM : Halaman SDN I Prambanan , Kecamatan Prambanan, terendam, Senin (18/3). (Foto: suaramerdeka.com/Achmad Hussain)

KLATEN, suaramerdeka.com - Kantor Kecamatan Prambanan dan sejumlah sekolah di wilayah perbatasan Klaten dengan DI Yogyakarta terendam banjir hingga masuk ke ruangan kelas, sehingga kegiatan belajar mengajar terpaksa diliburkan.

Camat Prambanan, Suhardi mengatakan air yang merendam sekolah dan kantor itu berasal dari selokan di tepi jalan nasional Jl Yogya-Solo. '' Sebelumnya hujan turun deras beberapa jam sejak Minggu (17/3) sore,'' katanya, Senin (18/3).

Dijelaskannya, air yang mestinya masuk selokan membeludak masuk ke sekolah dan kantor kecamatan lantaran selokan mampet. Air bahkan masuk ke semua ruangan dan mengganggu aktivitas sekolah dan kantor kecamatan.

Untuk kantor kecamatan dan kantor lain tidak diliburkan. Namun sekolah diliburkan sebab air masih tinggi saat Senin (18/3) pagi. Sekolah terendam bukan kali pertama. Kejadian semacam itu beberapa tahun terakhir terulang.

Air meluap sebab jalan nasional ditinggikan sehingga air tidak bisa menyeberang ke sisi selatan jalan. Padahal saluran di utara di dekat sekolah dan kecamatan tidak mampu menampung. Kondisi itu sudah beberapa kali dilaporkan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat provinsi.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Klaten, Sri Nugroho mengatakan Pemkab sudah mengirim mobil tangki penyedot air ke lokasi. Setelah air meluap upaya menyedot air dengan tangki pompa sudah diupayakan sampai beberapa tangki tetapi air seperti tidak berkurang.

Yarto, salah seorang warga mengatakan pada awalnya ketinggain air di halaman sekolah sekitar 20 centimeter. Setelah disedot, air di ruangan surut tetapi di halaman masih menggenang.  ‘’Saluran tidak bisa lancar.  Mungkin mampet atau tidak mampu menampung air,'' ungkapnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Klaten, Sri Yuwana Haris mengatakan hujan diperkirakan masih sampai April sehingga masyarakat diminta tetap waspada.


(Achmad Hussain/CN41/SM Network)