• KANAL BERITA

30 Pengusaha Didorong Ekspor Mandiri

CALON EKPORTIR :  Kepala Dindagkop dan UKM Kota Pekalongan Zaenul Hakim membuka kegiatan Pendampingan Calon Eksportir Kota Pekalongan di Aula Kantor Dindagkop dan UKM Kota Pekalongan, Senin (18/3). (Foto: suaramerdeka.com/Isnawati)
CALON EKPORTIR : Kepala Dindagkop dan UKM Kota Pekalongan Zaenul Hakim membuka kegiatan Pendampingan Calon Eksportir Kota Pekalongan di Aula Kantor Dindagkop dan UKM Kota Pekalongan, Senin (18/3). (Foto: suaramerdeka.com/Isnawati)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Sebanyak 30 calon eksportir mendapat pendampingan khusus dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop dan UKM) Kota Pekalongan, agar mereka mampu melakukan eskpor secara mandiri.

‘’Untuk menjadi eksportir mandiri itu tidak mudah karena dibutuhkan strategi dan teknik-teknik agar produk bisa diterima konsumen luar negeri,’’ kata Kepala Dindagkop dan UKM Kota Pekalongan Zaenul Hakim saat membuka kegiatan tersebut di Aula Kantor Dindagkop dan UKM Kota Pekalongan, Senin (18/3).

Para pelaku usaha diberikan berbagai materi, di antaranya pola pengembangan ekspor keluar negeri dan strategi-strategi agar produk bisa diterima pasar luar negeri. Dindagkop dan UKM Kota Pekalongan mendatangkan dua narasumber dari Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) dan Kementerian Perdagangan untuk menyampaikan materi tersebut. 

Selain dibekali materi, pelaku usaha difasilitasi berkomunikasi langsung dengan calon pembeli dari Nigeria melalui skype untuk membuka peluang eskpor ke Nigeria.

Saat ini jumlah eksportir mandiri di Kota Pekalongan baru 28 orang. ‘’Kami menargetkan nilai ekspor Kota Pekalongan pada tahun ini naik 19,66 persen dibandingkan tahun lalu. Kami berharap akan lahir lebih banyak lagi eksportir mandiri di Kota Pekalongan melalui kegiatan pendampingan ini. Target kami, setiap tahun bisa menambah lima eksportir,’’ katanya.

Berdasarkan data Dindagkop dan UKM Kota Pekalongan, sepanjang tahun 2018, nilai ekspor Kota Pekalongan 19,656 dolar AS. Komoditas yang diekspor di antaranya olahan ikan, sarung batik, kain batik dan housedress dengan volume 11.151.902,46 kilogram. Tujuan ekspor antara lain Malaysia, Korea, Thailand, China, Singapura dan Australia.


(Isnawati/CN41/SM Network)