• KANAL BERITA

Satsiber TNI Diharapkan Mampu Prediksi Peristiwa

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kehadiran Satuan Siber (Satsiber) Tentara Nasional Indonesia, diharapkan mampu memprediksi atau meramalkan apa yang akan terjadi, walaupun secara terbatas. Yakni dengan menganalisa jejak digital yang terjadi di dunia maya.

"Ada empat fungsi yang harus dimiliki Satsiber TNI. Yaitu deteksi, proteksi, recovery dan meyakinkan bahwa sistem siber yang berjalan, tidak terdapat lubang atau kelemahan pertahanan yang bisa dimasuki oleh malware maupun backdoor," kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Gedung Siber Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (18/3).

Hal itu dikatakannya saat meresmikan Satsiber TNI. Menurutnya, jangan sampai Satsiber digunakan untuk mengambil data dan mengawasi masyarakat.

"Ataupun menjadi ancaman terjadinya kelumpuhan dalam sistem Siber TNI. Satsiber memiliki tugas untuk melindungi dan mempertahankan infrastruktur kritis TNI, yang terhubung satu dengan yang lainnya," ujarnya.

Di sisi lain, Panglima TNI mengingatkan akan kejadian yang tidak terprediksi. Antara lain seperti serangan teroris di New Zealand.

"Peristiwa ini dapat dikaitkan pada satu teori yang ditulis oleh Nassim Nicholas Taleb, yang dikenal dengan Black Swan Theory (Teori Angsa Hitam). Teori itu menjelaskan pada peristiwa langka memiliki dampak besar, sulit diprediksi dan di luar perkiraan biasa," tandasnya.


(Saktia Andri Susilo/CN41/SM Network)