• KANAL BERITA

Beberapa Titik Jalur SSB Longsor

Sebuah mobil melintasi hati-hati di jalan yang longsor di Dukuh Grintingan, Desa Lencoh, Kecamatan Selo. (suaramerdeka.com/Joko Murdowo)
Sebuah mobil melintasi hati-hati di jalan yang longsor di Dukuh Grintingan, Desa Lencoh, Kecamatan Selo. (suaramerdeka.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka.com - Beberapa titik di jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB) longsor, akibat hujan deras. Sejumlah tebing di ruas Desa Jrakah, Kecamatan Selo, longsor menutup jalur SSB. Akibatnya jalan provinsi penghubung antar kabupaten itu beberapa saat ditutup total.

Pengendara yang tak sabar menunggu proses evakuasi jalan terpaksa harus putar balik. Beruntung, warga setempat langsung bergotong royong membersihkan tanah longsoran dengan peralatan manual cangkul dan linggis.

‘’Jalan ini tertutup sejak malam, dan baru bisa dilalui Senin (18/3) pagi,’’ ujar Darni (45), warga setempat.

Longsor juga menghancurkan talut jalan penghubung empat dukuh di Desa Lencoh, Kecamatan Selo.

Talut sepanjang 30 meter dengan ketinggian 7 meter itu longsor kedasar jurang sedalam 50 meter. Empat tiang listrik PLN tumbang, tiga tiang terbawa longsor ke jurang dan satu roboh. Akibatnya ratusan warga di empat dukuh di Desa Lencoh mengalami listrik padam hingga Senin siang.

Sutono (44), warga Dukuh Grintingan, Desa Lencoh, yang juga merupakan anggota Tim Siaga Desa (TSD) Lencoh mengatakan longsor terjadi Minggu pukul 20.00. Sejak Minggu pagi wilayahnya terus diguyur hujan.

‘’Akibatnya, talut jalan yang baru selesai dibangun pada 2018 jebol. Jalan ini merupakan akses satu-satunya warga di Dukuh Grintingan, Kajor, Wates, Tumut Bawah dan Tumut Atas,’’ jelasnya.

Warga berharap talut jalan yang hancur dapat segera diperbaiki secepatnya, mengingat jalan tersebut merupakan akses ekonomi dan akses pendidikan masyarakat lima dukuh tersebut.

Longsor juga terjadi di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo. Di desa tertinggi di lereng Merapi wilayah Selo ini, tercatat dua rumah  rusak dihantam tanah material longsor. ‘’Warga bergotong royong memperbaiki kerusakan dua rumah itu,’’ kata Sekdes Tlogolele, Neigen Achtah Nur Edy Saputra.

Sementara itu, Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali langsung mendatangi lokasi tersebut. Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Bambang Sinungharjo, mengaku sudah menerjunkan anggota ke lokasi.

‘’Kami bersama TSD dan masyarakat langsung bergotong royong membersihkan material longsor. BPBD setiap saat melakukan patroli di 23 kecamatan se-Boyolali. Bahkan posko induk buka nonstop 24 jam,'' tandasnya.


(Joko Murdowo/CN40/SM Network)