• KANAL BERITA

Makam Bendungan Tergerus Aliran Kali Pepe

Pekerja memindahkan makam di bibir sungai ke area tengah, di TPU Bendungan, Dusun Bendungan, Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Minggu (17/3). (suaramerdeka.com/Irfan Salafudin)
Pekerja memindahkan makam di bibir sungai ke area tengah, di TPU Bendungan, Dusun Bendungan, Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Minggu (17/3). (suaramerdeka.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdeka.com - Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bendungan di Dusun Bendungan RT 4 RW 6, Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, tergerus aliran Kali Pepe. Lima makam terpaksa dipindah oleh ahli waris ke tengah yang lebih aman.

Sejumlah makam yang letaknya berdekatan dengan bibir tebing, rawan ambrol. Bahkan lima makam sudah dipindahkan oleh ahli waris, karena posisinya sebagian sudah melorot dan hampir ambrol ke sungai.

Kepala Desa Klodran, Warsito mengatakan, ada sekitar 25 makam yang posisinya dekat dengan bibir tebing dan rawan ambrol. "Kalau makam yang letaknya jauh dari bibir tebing, sejauh ini masih aman," katanya, Senin (18/3).

Dikatakan, kondisi itu lantaran tebing sungai tergerus aliran sungai akibat pembuatan tanggul di tebing bantaran sungai, yang dilakukan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jateng.

Pekerjaan tersebut belum selesai dan sudah setahun terhenti. "Setahu saya, karena anggarannya kurang. Jadi mandek. Saat membuat tanggul, tanah diratakan. Tapi prosesnya tidak sampai ke makam. Setelah setahun ini terhenti, mulai terjadi pengikisan tanah di tebing makam," jelasnya.

Saat musim hujan, aliran Kali Pepe yang deras membuat retak fondasi tanggul. "Kami sudah melayangkan surat ke PSDA terkait kondisi ini. Kami meminta agar normalisasi Kali Pepe di tebing TPU Bendungan dilanjutkan. Sudah dua kali mengirim surat, tapi belum direspons," tuturnya.

Pemerintah Desa (Pemdes) Klodran berencana untuk mengeruk pendangkalan di badan sungai, untuk mengurangi sedimentasi bantaran. Namun terkendala keuangan pemerintah desa. Untuk pengerukan perlu menyewa ekskavator dan truk pengangkut tanah.

‘’Harga sewanya cukup mahal. Kami tidak sanggup," tutur Kades.

Sementara lima makam dipindahkan sejak Sabtu (16/3). Makam dibongkar dan dipindah ke tengah, agar aman dari kemungkinan terjadinya tebing longsor.


(Irfan Salafudin/CN40/SM Network)