• KANAL BERITA

Ahmad Yani: Tidak Berhenti dengan OTT, Tapi Harus Dilanjutkan

Mantan Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Yani / Istimewa
Mantan Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Yani / Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Operasi Tangkap Tangan (OTT) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menyebar dengan pandangan politik menjelang Pemilu.

Mantan Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Yani mengatakan terkait politik atau tidaknya itu tergantung KPK untuk merubah pandangan publik tersebut.

"KPK yang harus membuktikan apakah yang dilakukan dengan OTT ini bagian dari operasi politik dalam tahun politik. Sehingga tidak bisa dikait-kaitkan orang ada hubungannya dengan politik, itu tergantung dengan KPK," tutur Ahmad Yani yang juga mantan politisi senior PPP, Jumat (15/3).

Dirinya juga menyarankan agar KPK tidak berhenti pada fase OTT saja malahan harus membongkarnya. 

"Harusnya tidak berhenti, tidak berhenti dengan operasi tangkap tangan tapi harus dilanjutkan. Kan operasi tangkap tangan ini ada dua, dua hal, yang pertama menyangkut dengan kasus operasi tangkap tangan itu sendiri, yang kedua ada yang melatarbelakangi kasus itu sendiri. Kadang kala KPK sukses dan berhasil menangkap kasus OTT itu tapi gagal dalam proses pengembangan kasus-kasus yang berikutnya," imbihnya.

Jika KPK, lanjut Ahmad Yani, berhenti hanya sampai OTT maka asumsi publik terkait politik dan semacamnya dapat dibenarkan. Meski ia tahu, asumsi belum tentu benar.

"Kalau dia hanya berhenti di OTT itu maka asumsi orang, atau asumsi publik bahwa ini kaitannya dengan politik maka itu dapat dibenarkan walaupun belum tentu benar. Maka dari itu menurut saya KPK jangan berhenti," tandasnya.

 


(RRI/CN42/SM Network)