• KANAL BERITA

Kampanye, Caleg DPR RI dari Partai Gerindra Bagikan 40.000 Payung

Warga antusias antri untuk menerima alat peraga kempanye berupa payung dalam acara kampanye caleg DPR RI Partai Gerindra KRT Darori Wonodipuro di Pasar Karanganyar, Kebumen, Jumat (15/3). (suaramerdeka.com/Supriyanto)
Warga antusias antri untuk menerima alat peraga kempanye berupa payung dalam acara kampanye caleg DPR RI Partai Gerindra KRT Darori Wonodipuro di Pasar Karanganyar, Kebumen, Jumat (15/3). (suaramerdeka.com/Supriyanto)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Berbagai cara dilakukan oleh calon anggota legislatif (caleg) untuk menggaet para pemilihnya. Salah satu dilakukan melalui alat peraga kampanye. Jika pada umumnya alat peraga kampanye  dibuat dalam bentuk baliho, spanduk, banner, dan kaos, caleg DPR RI dari Partai Gerindra memilih payung sebagai alat peraga kampanyenya.

Setidaknya politikus yang saat ini masih menjabat sebagai anggota parlemen di senayan itu sudah menyiapkan 40.000 payung sebagai alat peraga kampanye. Payung tersebut sudah mulai dibagikan kepada masyarakat. Dalam kampanye yang digelar di Pasar Karanganyar,  Jumat (15/3) sebanyak 1.000 payung ludes diberikan kepada warga secara cuma-cuma.

Sebelumnya, Rabu (13/3)  sebanyak 2.000 payung juga diberikan kepada warga yang mengikuti kampanye tatap muka di Pasar Petanahan.  Setelah dua pasar itu, Darori  bersama anaknya dokter Sylva Taruli Sakti Anggatri  yang maju sebagai caleg DPRD Provinsi Jateng dari Partai Gerindra dijadwalkan akan menyambangi sejumlah pasar rakyat di Kebumen. Antara lain Pasar Rowokele, Kuwarasan, Prembun dan Pasar Krakal Alian.

Dari pantauan Suara Merdeka, politikus asli Petanahan Kebumen, itu juga masuk ke Pasar Karanganyar untuk menyapa para pedagang. Sebagian pedagang yang cukup familier dengan  Darori meminta untuk foto bersama dan meminta jatah payung. Maklum, bukan kali ini saja, mantan dirjen 11 tahun di Kementerian Kehutanan itu bagi-bagi payung. Pada Pemilu 2014  Darori juga bagi-bagi puluhan ribu  payung.

"Payung tidak sekadar alat peraga kampanye, tetapi lebih bermanfaat bagi masyarakat karena bisa dipakai saat hujan maupun ketika cuaca sedang panas," ujar Darori Wonodipuro.

Peraga Kampanye

Bahkan Darori mengaku terharu karena payung yang diberikan lima tahun lalu masih sering dia jumpai dipakai oleh warga. Itu artinya apa yang diberikan memiliki manfaat bagi masyarakat.

Secara terpisah, Ketua Bawaslu Kebumen Arif Supriyanto tidak mempermasalahkan pembagian payung oleh caleg sepanjang payung tersebut merupakan alat peraga kampanye. Hanya saja, ada batasan nilai alat peraga kampanye yang diberikan tidak lebih dari Rp 60.000.

"Justru jika payung yang diberikan polos atau tidak bergambar  partai atau caleg bisa diduga politik uang," ujar Arif Supriyanto.

Disinggung mengenai pelaksanaan kampanye, Arif menyebutkan bahwa dalam kampanye tatap muka di pasar maupun pertunjukan seni, memiliki potensi untuk nyerempet pada rapat umum. 

"Untuk itu, kami mengingatkan agar sebelum jadwal  kampanye rapat umum dilaksanakan, kampanye  tidak melanggar aturan yang ada," tandasnya.


(Supriyanto/CN42/SM Network)