• KANAL BERITA

Tak Berharap Ada PLH, PT KAI Kenalkan Kereta Penolong

suaramerdeka.com/Setiady Dwi
suaramerdeka.com/Setiady Dwi

BANDUNG, suaramerdeka.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali meluncurkan kreasi terbarunya berupa kereta penolong (rolling stock) dengan memanfaatkan bekas kereta rel diesel (KRD).

Tak hanya itu, kereta guna mengevakuasi kecelakaan, intim dilingkup KAI disebut sebagai peristiwa luar biasa hebat (PLH) itu dilengkapi pula terobosan lainnya berupa kereta medis (first aid).

Kedua kereta dengan fungsi berbeda namun dalam satu rangkaian itu diluncurkan di emplasemen Stasiun Besar Bandung, Jumat (15/3) siang.

Jumlahnya baru satu. Operator plat merah itu bersiap menambahnya. Untuk menghadirkan kereta penolong itu, KAI merogoh uang perseroan hingga Rp 6 miliar.

Menurut EVP UPT Balai Yasa Yogyakarta, Hasyim Suwondo, pihaknya merampungkan pengerjaan kereta penolong itu total selama 4 bulan semenjak November hingga Februari lalu.

Gerbongnya berbasis pada KRD eks Sidoarjo-Surabaya dan KRDE Baraya Geulis relasi Cicalengka-Padalarang. Usianya cukup gaek masing-masing 37 tahun dan 11 tahun.

Meski demikian, katanya, dengan penyegaran tersebut, performa kereta penolong tersebut jangan diragukan. Power system, genset, AC, kemudian sisi eksterior hingga interiornya sudah dipermak habis. Plus prosedur overhaul lainnya yang dipenuhi.

"Tak kalah penting, kereta penolong tersebut sudah lulus uji statis dan dinamis," jelasnya.

Kereta penolong ini bisa bergerak mandiri karena mempunyai mesin penggerak sendiri. Dengan demikian, tak perlu ditarik lokomotif kendati opsional untuk ditarik.

Lantas fasilitas apa saja yang menempel di kereta penolong tersebut? Satu hal yang paling utama adalah dongkrak hidrolik Lucas, guna mengangkat kereta anjlok, tangga barang atau luncuran, tangga orang, alat pengelasan untuk memotong besi, fasilitas alat ungkit dan alat berat, hingga tabung pemadam (APAR).

Sedangkan fasilitas di kereta first aid yang berfungsi untuk mengevakuasi korban di antaranya ruang obat, ruang kru medis, ruang tindakan yang berfungsi sebagai tempat melakukan tindakan medis seperti operasi ringan dan sebagainya, ruang resusitasi sebagai tempat untuk memberikan pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti nafas, ruang pasien, gudang alat kesehatan, hingga toilet.

Keberadaan kereta medis itu di antaranya adalah untuk memberikan pertolongan segera begitu tiba di lokasi kejadian. Dengan demikian, tindakan evakuasi sarana dan penumpang hingga petugas maupun masyarakat lainnya bisa dilakukan secara paralel.

"Akan ditempatkan di mana kereta penolong tersebut, akan dilakukan direktorat sarana, mereka yang akan menempatkannya secara efisien, kereta ditaruh di lokasi yang memungkinkannya bergerak secara cepat ke lokasi, termasuk masa Angkutan Lebaran," jelas Dirut PT KAI, Edi Sukmoro di sela-sela peluncuran kereta tersebut.

Diingatkan, potensi kerawanan dalam perjalanan KA tak bisa dinafikan. Karena PLH itu bisa terdiri dari kejadian anjlok, terguling, tumburan, atau longsor.

"Kita sendiri tentu tak mengharapkan kejadian seperti itu, tapi fasilitas ini kami perlukan. Untuk keamanan dan keselamatan perjalanan, kami pastikan itu diawasi secara terus menerus, apalagi jelang Lebaran, kita pantau lagi, cek lagi kondisi lapangannya," jelasnya.


(Setiady Dwi/CN42/SM Network)