• KANAL BERITA

Ratusan Bungkus Rokok Bodong Disita

Ilustrasi Istimewa
Ilustrasi Istimewa

KARANGANYAR, suaramerdeka.com - Ratusan bungkus rokok ilegal, disita tim gabungan antara Satpol PP Karanganyar, Satpol PP Provinsi Jateng dan Bea Cukai Solo, saat menggelar operasi di wilayah Kecamatan Jaten, Tasikmadu, Karanganyar dan Mojogedang, awal pekan ini.  

Rokok tanpa pita cukai tersebut dijual dengan merek yang penyebutannya mirip dengan merek rokok terkenal. Seperti Super Pro, Gunjhill, Pro Mossi, L4 Bold, Gudang Ganam, Mantapbro, dan sebagainya. Lebih dari 400 bungkus rokok berbagai mereka, disita karena dijual tanpa pita cukai.  

Kepala Satpol PP Karanganyar Kurniadi Maulato mengatakan, di berbagai wilayah di Karanganyar masih kerap ditemukan peredaran rokok ilegal. "Tidak hanya wilayah pinggiran saja, tapi juga wilayah tengah. Kalau dulu, rokok ilegal biasanya hanya di daerah pinggiran. Sekarang merata," katanya. 

Rokok tersebut, biasanya beredar pada hari pasaran, di mana masyarakat ramai berkunjung ke pasar. Tapi ada juga yang dijual di kios maupun warung. "Sebagian rokok yang disita dalam operasi awal pekan ini, dijual di toko dan kios," tuturnya. 

Menurutnya, distributor, pedagang dan produsen rokok bodong masih belum jera, meskipun sudah kerap diperingatkan untuk tidak memproduksi, memasok maupun menjual rokok ilegal. 

"Sosialisasi sudah intensif kami lakukan, untuk menekan peredaran rokok bodong, yang jelas-jelas merugikan negara. Tapi masih saja ditemukan. Rokok bodong yang beredar di Karanganyar ini semuanya berasal dari luar daerah. Karanganyar hanya sasaran pemasaran saja," ujarnya. 

Kurniadi menambahkan, untuk sanksi bagi mereka yang ketahuan menjual atau mendistribusikan rokok ilegal, menjadi ranah pihak Bea dan Cukai.

"Kalau dari Satpol PP, yang kami lakukan meminta mereka membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya," imbuhnya.


(Irfan Salafudin/CN19/SM Network)