• KANAL BERITA

Puluhan Wartawan Isi SPT E-Filling

ISI SPT : Pengisian SPT secara online menggunakan e-filling di kantor DJP Jateng II di Solo, Jumat (15/3). (Foto suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)
ISI SPT : Pengisian SPT secara online menggunakan e-filling di kantor DJP Jateng II di Solo, Jumat (15/3). (Foto suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)

SOLO, suaramerdeka.com - Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jateng II, Rida Handanu mengapresiasi sejumlah wartawan yang melakukan pengisian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) tahunan bersama-sama menggunakan e-filling di kantor DJP setempat, Jumat (15/3).

"Apa yang dilakukan teman-teman ini bisa menjadi contoh  kita bersama. Teman-teman wartawan tidak hanya memberitakan soal pajak saja tapi juga melakukan pengisian SP bersama," kata dia.

Lebih lanjut Rida mengatakan, jumlah wajib pajak (WP) yang wajib melaporkan SPT 2018 di wilayah Jateng II sebanyak 926.361 WP. Dari jumlah itu, hingga Kamis (14/3), SPT yang telah masuk baru 389.300 SPT, terdiri 376.115 WP pribadi dan 13.185 WP Badan. Pihak DJP Jateng II mentargetkan 80 persen pelaporan dari jumlah 926.361 WP, yakni sekitar 730.000 WP.Meski waktu tinggal setengah bulan, namun Rida optimistis mampu mencapai target itu. 

"Kalau WP pribadi batas pelaporan SPT sampai 31 Maret, kalau WP badan sampai 30 April," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Rida kembali mengimbau para WP agar melaporkan SPT melalui sitem e-filing atau secara online. Sebab, sistem itu memudahkan para WP dalam mengisi SPT karena bisa dilakukan kapan saja dan di mana pun. Meski begitu, pihaknya tidak bisa memaksa WP harus mengunakan e-filling dalam mengisi SPT.

Makanya, jumlah WP yang mengisi SPT menggunakan e-filling terbilang belum banyak, yakni baru 216.324 WP atau 56,27 persen dari jumlah WP yang menjadi target e-filling tahun ini sebanyak 384.440 WP, selebihnya masih dilakukan secara manual. Untuk mencapai target pelaporan SPT itu, pihaknya melakukan jemput bola dan akan menggelar pojok pajak di mal-mal atau tempat strategis mulai 18 Maret.

"Untuk penerimaan pajak, realisasinya hingga kini baru Rp 2,1 triliun atau 13,73 persen dari target 13,9 triliun hingga akhir tahun ini," jelasnya.


(Langgeng Widodo/CN19/SM Network)