• KANAL BERITA

Pasutri Tewas Akibat Kecelakaan di Jalan Jenderal Sudirman

Kondisi Jalan Basah dan Licin

 RUSAK BERAT: Kondisi sepeda motor milik korban rusak berat setelah terlibat kecelakaan di Jalan Jenderal Sudirman kawasan Gunung Tidar Kota Magelang. (Foto suaramerdeka.com/sef Amani)
RUSAK BERAT: Kondisi sepeda motor milik korban rusak berat setelah terlibat kecelakaan di Jalan Jenderal Sudirman kawasan Gunung Tidar Kota Magelang. (Foto suaramerdeka.com/sef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Jalan Jenderal Sudirman kawasan Gunung Tidar Kota Magelang kembali memakan korban. Kali ini menimpa pasangan suami dan istri (pasutri), Suyitno-Sumaidah, warga Desa Girirejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang yang tewas di tempat setelah mengalami kecalakaan, Jumat (15/3).

Kasatlantas Polres Magelang Kota, AKP Marwanto mengatakan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.30 WIB saat kondisi hujan ringan. Saat itu, kedua korban berangkat berboncengan sepeda motor Yamaha Mio AA 2924 ER hendak menuju Pasar Gotong Royong Kota Magelang.

Sampai di tempat kejadian perkara (TKP), ada kendaraan truk yang berjalan dari utara ke selatan dengan kecepatan cukup tinggi. Mendekati TKP, truk yang dikendarai oleh Nur Soleh (38), warga Meteseh Semarang itu oleng ke kanan, karena diduga jalanan licin.

“Pagi itu memang kondisinya hujan, jalan basah, dan licin. Saat truk oleng ke kanan, dari arah berlawanan datang sepeda motor yang ditunggangi pasutri itu. Nahas, kedua kendaraan bermotor ini bertabrakan yang mengakibatkan pasutri tewas di tempat,” ujarnya di kantor Unit Laka Lantas.

Pasutri yang tewas ini, katanya, karena mengalami luka yang berat, terutama di bagian kepala. Jenazah keduanya pun langsung dibawa ke RSUD Tidar Kota Magelang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Sementara kendaraan truk bernomor polisi H 1325 HR beserta sepeda motor milik korban tewas sudah kita amankan sebagai barang bukti. Pengemudi pun kita amankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya yang menyebut, truk melewati trotoar jalan hingga ke pinggir Kali Manggis.

Sementara itu, Salah satu keluarga korban, Roil (45) mengutarakan, kedua korban saat itu memang akan berangkat ke Pasar Gotong Royong untuk jualan daging. Mereka berboncengan dari rumahnya di Tempuran menuju Kota Magelang.

“Pak Suyitno bermaksud mengantar istrinya ke pasar. Terus nanti kalau pulang istrinya naik angkot, dan dijemput di daerah Jambu, Tempuran,” jelasnya saat dimintai keterangan oleh petugas di Unit Laka Lantas Polres Magelang Kota.

Kedua korban, katanya, meninggalkan tiga orang putra, yakni yang pertama sudah membantu bekerja, anak kedua masih SMK, dan anak ketiga masih SD.

“Setelah ini kami bawa pulang jenazahnya ke rumah duka di Tempuran,” tuturnya.


(Asef Amani/CN19/SM Network)