• KANAL BERITA

RSUD Bantul dan Wonosari, Siap Berikan Layanan Gangguan Kejiwaan

Foto KR Jogja
Foto KR Jogja

BANTUL, suaramerdeka.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati, Kabupaten Bantul, siap memberikan layanan gangguan kejiwaan bagi para calon legislatif (Caleg) yang gagal terpilih. Bahkan, demi keamanan dan kenyamanan yang bersangkutan maupun keluarganya pihak rumah sakit siap merahasiakan identitasnya.

Bila melihat peta dan strategi pemilu legislatif, para calon legislatif untuk bisa lolos menjadi anggota dewan dibutuhkan dana yang cukup besar. Menjadi caleg tingkat kabupaten atau kota, seorang caleg bisa menghabiskan dana sekitar Rp 1 miliar lebih.  

Bagi caleg yang terpilih bisa sedikit tersenyum lega, sebaliknya bagi yang tidak terpilih bisa depresi bahkan bila terlalu depresi bisa menjadi gila. Berkaitan dengan itu, maka RSUD Panembahan Senopati, Kabupaten Bantul, siap memberikan layanan dengan tetap merahasiakan identitasnya.

Bagi caleg yang gagal terpilih dan mengalami depresi serta butuh pendampingan jiwa bisa langsung datang ke RSUD Panembahan Senopati, Kabupaten Bantul. Kebetulan rumah sakit tersebut, kini telah memiliki layanan psikologi klinis dan layanan penyakit kejiwaan.

''Kita siap memberikan pelayanan konsultasi kepada caleg-caleg yang mengalami depresi akibat gagal terpilih menjadi anggota DPRD,'' kata Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Panembahan Senopati Bantul, Agus Budi Raharja, kemarin. ''Kami juga akan merahasiakan identitasnya,'' imbuhnya.

Menurut Gus Bud, panggilan akrab Agus Budi Raharja, para caleg yang gagal terpilih dan mengalami depresi pasca pemilu tidak perlu malu untuk konsultasi jika memang mengalami depresi, karena jika merasa malu akan berdampak pada kejiwaan para caleg itu sendiri. 

"Silahkan konsultasi dan kami akan jamin kerahasian identitas yang bersangkutan (caleg yang alami depresi karena gagal terpilih,'' katanya. ''Apa yang kami lakukan ini, agar semuanya bisa teratasi sebelum betul-betul mereka sakit,'' katanya lagi.

Tidak hanya RSUD Panembahan Senopati Bantul, RSUD Wonosari Kabupaten Gunungkidul, juga telah mengantisipasi jika ada caleg yang gagal terpilih dalam pemilu sehingga mengalami depresi. ''Yang jelas kami ya. Bisa konsultasi melalui poli jiwa,'' ujar Psikiater RSUD Wonosari, Ida Rochmawati.

Menurut dia, untuk proses pemulihan seorang pasien mengalami depresi sendiri memerlukan waktu, mengingat kondisi fisik dan psikis pasien mempengaruhi proses penyembuhan. "Waktunya bervariasi, aa yang cepat tapi ada juga yang butuh waktu. Semua itu tergantung pada kondisi masing-masing pasien,'' katanya.

Sementara menurut salah seorang caleg DPRD Kabupaten Bantul, daerah pemilihan Kecamatan Bantul-Sewon tidak membantah jika caleg yang gagal terpilih mengalami depresi, bahkan jika modalnya untuk bertarung dalam pemilu legislatif berasal dari penjualan harta orang tua atau dari utang.

''Habis Pileg bisa saja caleg tersebut, jalan-jalan tanpa pakaian alias gila. Itu fakta dan bukan menjadi rahasia umum lagi, sehingga memang jika ingin menjadi caleg harus kuat segalanya. Kuat mental dan kuat modalnya juga. Saya ini berbicara fakta dilapangan saja," kata anggota Komisi D DPRD Bantul.

Biasanya caleg-caleg yang gagal terpilih dan depresi, adalah caleg yang pertamakali maju sebagai calon anggota legislatif karena memang butuh modal yang besar dibandingkan dengan caleg incumbent. Caleg yang baru butuh memperkenalkan diri dan itu tidak murah dan butuh waktu dan kerja keras.


(Sugiarto/CN19/SM Network)