• KANAL BERITA

Rumah di Pinggir Rel Dibantu Perbaikan

MENGIKUTI SOSIALISASI : Sejumlah warga Kecamatan Wonogiri mengikuti sosialisasi bantuan RTLH di pendapa Kabupaten Wonogiri, Kamis (14/3). (Foto: suaramerdeka.com/Khalid Yogi)
MENGIKUTI SOSIALISASI : Sejumlah warga Kecamatan Wonogiri mengikuti sosialisasi bantuan RTLH di pendapa Kabupaten Wonogiri, Kamis (14/3). (Foto: suaramerdeka.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang berdiri di sekitar rel kereta api Kabupaten Wonogiri mendapatkan bantuan perbaikan dari Pemkab Wonogiri. Jumlah RTLH pinggir rel di wilayah Kecamatan Wonogiri Kota saat ini sebanyak 34 unit.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, meskipun berdiri di tanah milik PT Kereta Api Indonesia (KAI), pihaknya berupaya agar rumah-rumah tersebut mendapatkan kesempatan menerima bantuan perbaikan RTLH.

"Agar tidak ada diskriminasi terhadap rumah pinggir rel, saya telah mengutus Dispera KPP (Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan) untuk berkonsultasi dengan PT KAI," katanya saat menggelar sosialisasi bantuan RTLH di pendapa Kabupaten Wonogiri, Kamis (14/3).

Setelah berkonsultasi, PT KAI memperbolehkan perbaikan RTLH di pinggir rel. Asalkan Pemkab siap mengalokasikan anggaran untuk perbaikan RTLH. "Jadi tidak hanya RTLH di Kelurahan Wonokarto dan Giritirto, tapi juga rumah di daerah pinggir rel," ujarnya.

Sementara itu, sekitar 174 RTLH di Kelurahan Wonokarto dan Giritirto akan diperbaiki tahun ini. Setiap rumah akan diperbaiki dengan biaya Rp 17,5 juta. Dana perbaikan RTLH mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, Rp 15 juta per rumah.

Dia menerangkan, program perbaikan RTLH itu merupakan salah satu upaya untuk memerangi kemiskinan. Tahun 2016 lalu, angka kemiskinan di Kabupaten Wonogiri 13,2%, turun menjadi 10,7%. Dia menargetkan tahun 2020 mendatang angka kemiskinan akan semakin turun hingga kisaran 9%


(Khalid Yogi/CN41/SM Network)