• KANAL BERITA

Akses Pesantren Ulujami Pemalang Rusak Parah, Berkah Bagi Mancing Mania

Foto: Dok
Foto: Dok

PEMALANG, suaramerdeka.com - Buruknya infrastruktur umum juga masih menjadi persoalan utama di Kabupaten Pemalang. Keterbatasan anggaran menjadi alasan permasalahan ini terbengkalai hingga kini. Seperti yang terjadi di jalan antar dusun, mulai dari Pesadean-Sidomulyo Rt. 08 Rw. 07 Desa Pesantren Kecamatan Ulujami.

Dari pantauan di lapangan, jalan sepanjang kurang lebih 6 kilometer dan lebar 4 meter ini rusak parah, namun sebagian warga Sidomulyo mengaku mendapatkan berkah. Mayoritas penduduk yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani udang/tambak udang panami dan bandeng, mengaku terfasilitasi dengan adanya empang baru di tengah-tengah jalan, mancing jadi mudah.

Kondisi jalan beraspal yang mengelu[as membuat beberapa pengendara sepeda motor yang melintas harus memperlambat lajunya. Kerusakan terjadi karena pembangunan jalan tak disertai dukungan pemeliharan serta buruknya fasilitas pengering jalan (drainase), ditambah tonase berlebihan yang melintasinya.

Jalan masuk kategori pemeliharaan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten (DPUTR). Karena sifatnya non ruas, sehingga kurang masuk skala prioritas. Sebetulnya Pemerintah Desa setempat sudah mengajukan proposal sebanyak tiga kali yaitu tahun 2015, 2016 dan akhir 2017, namun belum ada titik terang sampai sekarang.

Menurut keterangan salah satu warga Sidomulyo, Rt. 08 Rw. 07 yang berinisial S (39), dari perhitungan awal, jika di aspal hotmix akan menelan dana sekitar 1,85 miliar, sedangkan jika di cor beton diperkirakan 8,5 milyar. Rusaknya akses sebelumnya diakibatkan tonase yang berlebihan dari kendaraan pengangkut hasil tambak. Pasalnya, tambak panami di wilayah Pesantren kurang lebih seluas 750 hektar atau terluas di Pantura.

Aspirasi dari 1.300 orang dari 8 RT masyarakat Sidomulyo tak lebih dari pengaspalan serta perbaikan saluran drainase. Selain berguna mengawetkan jalan aspal yang paling rentan oleh air, drainase sekaligus sebagai sarana baru suplai air bagi perikanan warga. Sementara bagi pendidikan, akses ini berguna bagi para pelajar di lima Sekolah Dasar Negeri (SDN 01 Pesantren Timur, SDN 02 Pesadean, SDN 03 Sidomulyo, SDN 04 Copol dan SDN 05 Blandong), satu Madrasah yaitu MI Mambaul Hikam Pesantren Timur serta dua Pondok Pesantren Salafiyah (Roudlotul Mubtadiin Kauman dan Roudhotul Nurul Athfal Pesagaran).

Diketahui, jalan ini juga mengarah ke objek religi Makam Syekh Maulana Maghribi, wisata Kali Comal dan Hutan Mangrove serta Pantai Pertek yang sedang dikembangkan dan belum diresmikan.

Jika keadaan pemandangan ini tetap bertahan, dikhawatirkan akan ada korban luka maupun meninggal khususnya dari pengendara motor. Masyarakat tidak perlu ragu dalam menggunakan haknya sebagai pengguna jalan karena membayar pajak. Karena jika akses jalan rusak, perekonomian warga jalan ditempat karena para investor enggan kesana, melirik desa yang juga terkenal sebagai penghasil kerajinan kuliner kue brownies.


(Red/CN41/SM Network)