• KANAL BERITA

Instiper Bentuk Institut Kopi Indonesia

Rektor Instiper Yogyakarta, Dr Purwadi bersama mahasiswa dan dosen setempat memperagakan membuat kopi yang nikmat dan sehat dengan biaya murah. (Foto: suaramerdeka.com/Sugiarto)
Rektor Instiper Yogyakarta, Dr Purwadi bersama mahasiswa dan dosen setempat memperagakan membuat kopi yang nikmat dan sehat dengan biaya murah. (Foto: suaramerdeka.com/Sugiarto)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Sejak beberapa tahun terakhir ini, industri kopi Indonesia mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Untuk memajukan industri tersebut, kini proses dimulai dari hulu hingga ke hilir telah dilakukan.

Yang menjadi masalah sampai saat ini, menurut Rektor Instiper Yogyakarta, Dr Purwadi, industri kopi di Indonesia belum terintegrasi dalam sebuah sistem yang berkeadilan. Bila tidak segera dilakukan perubahan sistem pengelolaannya, maka dikhawatirkan kedepan para pelaku industri kopi bakal mencari profit dan strategi  serta mencari keuntungan sendiri-sendiri.

Hal itu dia sampaikan di hadapan peserta seminar Pengembangan Penelitian dan Industri Perkebunan dan Pengolahan Kopi di auditheater kampus setempat, Selasa (12/3). Seminar ini sekaligus menandai Instiper telah bertransformasi sebagai New Instiper with Advance Technology secara resmi juga melakukan soft launching Institut Kopi Indonesia.

Dia berharap Institut Kopi Indonesia menjadi rumah bersama untuk pengembangan kopi di Indonesia. Melalui institut ini, diharapkan mampu mengintegrasikan berbagai stakeholder kopi di Indonesia.

Institut Kopi Indonesia, lanjut rektor, memiliki kegiatan perkuliahan dengan tujuan akhir setara Diploma 4. Kegiatan belajar pun dilakukan secara online di mana peminatan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah tempat mahasiswa berada atau asal mahasiswa tersebut.

''Akan ada kurikulumnya kedepan dengan jenjang setara D4. Dari hulu ke hilir akan dibahas dan mahasiswa bisa memilih peminatan tersendiri mulai dari farm hingga industri yang ada di dihilirnya,'' jelas Purwadi.

Sementara Hendarto Setyobudi, Direktur Kawi Mengani Kintamani Bali dalam kesempatan itu mengatakan, industri kopi banyak hal yang harus dipertimbagkan sekaligus diurai bersama-sama. Bila tidak segera diurai, dikhawatirkan industri kopi Nusantara akan sampai pada senjakala dan berakhir pada kematian.

Menurutnya ada peluang tersendiri yang dimiliki Indonesia di mana para petani harus mampu menciptakan produk berkualitas dan nantinya menjual sendiri produk kopinya tanpa melalui treader besar. Sebab, lanjut dia, sebenarnya petani kopi tanah air punya peluang.


(Sugiarto/CN41/SM Network)