• KANAL BERITA

Polres Wonosobo Tindaklanjuti Kasus Kekerasan terhadap Driver Online

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Kepolisian Resor  (Polres) Wonosobo berkomitmen menindaklanjuti laporan mengenai tindakan intimidasi sejumlah pengemudi ojek pangkalan terhadap driver online di wilayah Wonosobo, Senin (11/3) siang. Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras melalui Kepala Bagian Operasi (Kabagops) Polres Wonosobo, Kompol Sutomo, meminta rekan-rekan driver online tak perlu terpancing emosinya dan tetap menjaga wilayah Wonosobo tetap aman dan kondusif.

Pernyataan itu disampaikan Kabagops Sutomo saat menemui ratusan driver ojek online Wonosobo yang mendatangi Mapolres Wonosobo untuk melaporkan kejadian gesekan antara ojek pangkalan dan ojek online yang terjadi di Wonosobo, Senin (11/3) siang. "Berkaitan dengan laporan yang rekan-rekan driver sampaikan tadi masih dalam pemeriksaan dan akan kami tindaklanjuti," tutur Kabagops kepada ratusan driver online.

Lebih lanjut, pihaknya mengatakan, saat ini Polres Wonosobo masih memeriksa saksi-saksi yang ada. Pihaknya juga berharap setelah melakukan pertemuan di Mapolres tersebut, rekan-rekan driver online pulang tidak melakukan aksi konvoi yang bisa mengganggu arus lalu lintas maupun aktivitas masyarakat. "Kami mengimbau agar para driver jangan bergerombol di suatu tempat, karena dikhawatirkan dapat menimbulkan provokasi," pintanya.

Terkait dengan gesekan yang terus terjadi antara ojek pangkalan dan ojek online, Kabagops Sutomo berpendapat bahwa rejeki sudah diatur Tuhan yang Maha Esa. Semua pekerjaan yang dilakukan tentu akan ada hasilnya masing-masing. "Tidak perlu khawatir, rejeki kita sudah ada yang mengatur. Jadi dari pada terus bergesekan, lebih baik kita wujudkan situasi kota Wonosobo yang kondusif supaya mencari rejeki juga enak," tambahnya.

Saat ditanya mengenai perlindungan terhadap driver ojek online yang mengalami intimidasi, Kabagops menuturkan bahwa Polres siap mengawal dan mengamankan kedua belah pihak. Hal itu disambut positif Pengurus Paguyuban Driver Online (Pandowo) Wonosobo, Arif Priyanto. Dia mengungkapkan, seluruh driver ojol sudah menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak kepolisian Polres Wonosobo. "Kami serahkan sepenuhnya penegakan hukum kepada Polres Wonosobo," ujarnya.

Sementara Ketua Persatuan Ojek Kota Wonosobo (POKW), Slamet Riyono saat dimintai keterangannya oleh kepolisian menyebutkan, adanya kejadian sejumlah ojek pangkalan terhadap driver online merupakan ketidaksengajaan dan spontanitas. Namun para pengemudi ojek pangkalan juga menyerahkan proses hukum kepada Polres Wonosobo. "Kejadian pada Senin siang merupakan spontanitas dan tidak direncanakan. Kami serahkan ke pihak berwajib, yaitu Polres Wonosobo," ujarnya.

Kedua belah berharap agar masing-masing pengemudi ojek pangkalan maupun driver ojek online bisa saling menahan diri dan bersama menciptakan situasi Wonosobo yang kondusif. Terkait proses hukum, Kabagops menyampaikan bahwa setiap perkembangan akan di share kepada rekan-rekan ojek pangkalan dan ojek online "Kami berharap rekan-rekan ojol dan opang bisa saling menahan emosi, jangan sampai gesekan seperti ini terulang kembali," pintanya.


(M Abdul Rohman/CN19/SM Network)