• KANAL BERITA

Aborsi Bayar Rp 11 Juta, Janin Pasangan Remaja Dikubur Dekat Hotel

BIDAN DESA : Bidan Desa Kajen, Kecamatan Ceper, Arijanti dibawa petugas ke ruang penyidik Sat Reskrim Polres Klaten. (Foto: suaramerdeka.com/Achmad Hussain)
BIDAN DESA : Bidan Desa Kajen, Kecamatan Ceper, Arijanti dibawa petugas ke ruang penyidik Sat Reskrim Polres Klaten. (Foto: suaramerdeka.com/Achmad Hussain)

KLATEN, suaramerdeka.com – Janin hasil aborsi dari pasangan remaja Da (20) dan Yj (23), dikubur di lahan kosong dekat hotel di Jl Yogya-Solo, Kecamatan Ceper. Pasalnya, setelah mendapat suntikan obat aborsi, Da, ibu janin melahirkan di kamar mandi hotel.

Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Didik Sulaiman mengatakan dari keterangan tersangka, bida Arijanti (48), setelah enam jam obat yang disuntikan itu beraksi. Da, ibu janin mengalami kontraksi di hotel. '' Setelah enam jam terjadi kontraksi, bayi lahir di kamar mandi,'' jelas dia mewakili Kapolres AKBP Aries Andhi.

Menurut Didik aborsi dilakukan pada 4 Februari 2019. Yang berinisiatif menggugurkan kandungan adalah sepasang kekasih asal Kabupaten Pekalongan yaitu Da (20) dan Yj (23). Mereka mencari jasa aborsi di internet dan mendapat link yang diotaki Agung Nugroho (30) yang menyamar sebagai dokter Nindira.

Setelah disepakati biaya aborsi Rp 11, 5 juta. Uang ditransfer ke Agung Rp 10 juta dan sisanya Rp 1,5 juta diberikan tunai kepada Anisa Puspitasari (26) selaku asisten Agung. Kedua remaja orang tua bayi itu bertemu dengan Anisa di Yogyakarta.

Mereka kemudian menuju ke klinik bidan Arijanti di Desa Kajen, Kecamatan Ceper. Sebelum ke klinik, ketiganya singgah di hotel di Jl Yogya-Solo, Kecamatan Ceper. Anisa dan Da menuju ke klinik sedangkan Yj tetap di hotel.

Di klinik desa, lanjut Kasat, Da ditangani langsung oleh tersangka bidan, Arijanti dengan cara disuntik cairan obat. Keduanya kembali ke hotel dan enam jam kemudian terjadi kontraksi sehingga janin keluar.  Janin yang usianya tiga bulan itu dikubur di kebun kosong untuk menghilangkan jejak.

Alat dan obat yang digunakan bidan sudah disita sebagai barang bukti. Lima tersangka Da, Yj, Agung, Anisa dan Arijanti kini menjalani pendalaman penyidikan. Apalagi dari pengakuan Agung, sudah ratusan kali obat dikirim ke pasien berbagai daerah di Indonesia.


(Achmad Hussain/CN41/SM Network)