• KANAL BERITA

Bayi Arumi Alami Cacat Lahir Harus Dioperasi

PERIKSA BAYI ARUMI : Seorang perawat memeriksa kondisi Arumi Adiba Nasha Razeta yang berada di incubator di Ruang Melati RSUD Temanggung, Jumat (8/3) lalu. (Foto: suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
PERIKSA BAYI ARUMI : Seorang perawat memeriksa kondisi Arumi Adiba Nasha Razeta yang berada di incubator di Ruang Melati RSUD Temanggung, Jumat (8/3) lalu. (Foto: suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

ARUMI Adiba Nasha Razeta, putri keenam pasangan Asif Ghozali (44) dan Suryati (40), warga Desa Sumberejo RT 01 RW 05, Kecamatan Batur, Banjarnegara, hanya bisa terbaring lemah di incubator. Bayi yang baru berusia delapan hari itu mengalami nasib malang, karena mengalami cacat lahir pada dinding perut bayi. Dimana usus keluar melalui lubang di sisi pusar. Saat ini ia mendapatkan perawatan di RSUD Temanggung.

Ia harus dibantu dengan selang pernafasan dan alat bantu lainnya lantaran menderita Gastroschisis atau cacat lahir pada dinding perut tersebut. Keluarga Arumi merasa sangat sedih dan bingung melihat kondisi Arumi yang dilahirkan secara premature dan harus dilakukan operasi, karena sakit yang dideritanya tersebut. Namun, karena orang tuanya hanya seorang petani, mereka bingung mencari uang untuk biaya operasi anaknya.

Menurut perhitungan medis, jika Arumi harus dioperasi maka biaya yang dikeluarkan sangatlah besar, yakni mencapai Rp 120 juta. “Kami bingung mencari dana sebesar itu. Padahal harus segera dilakukan operasi secepatnya,” ungkap Asmaul Husna yang merupakan Tante Arumi saat ditemui sejumlah awak media di RSUD Temanggung pada Jumat (8/3) lalu.

Dia menuturkan, saat ini keluargapun mengaku sedang kebingungan untuk minta bantuan siapa. Dirinyapun berharap ada orang dermawan yang bisa membantu meringankan beban biaya operasi keponakannya yang saat ini harus menggunakan alat bantu. “Sementara ini kami sedang berusaha mencari bantuan dari daerah kami tinggal. Kami juga sudah berusaha mencoba minta bantuan pemerintah kabupaten, namun belum ada respon,” tuturnya.

Dia berharap Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Praanowo yang biasanya memiliki respon cepat ketika mengetahui rakyatnya yang terkena musibah dapat membantu meringankan beban kakaknya dalam membiayai operasi anaknya. “Si kecil ini masih belum punya BPJS, jadi biayanya harus ditanggung sendiri, maka dari itu tentu beban ini sangat berat sekali bagi kami,” terang dia

Husna juga menceritakan, Arumi dilahirkan secara premature di Rumah Sakit Islam (RSI) Wonosobo dengan usia kandungan kurang dari delapan bulan. Karena kondisi si kecil yang menderita Gastroschisis, maka harus di rujuk ke RSUD Temanggung. Sebelum dilahirkan ibunya memang sempat opname di RSI Wonosobo, namun karena kondisi berat bayi di dalam kandungan hanya dua kilogram, dokter menyarankan dibawa pulang.

Selang satu minggu, lanjutnya, tiba-tiba ketuban ibunya pencah dan akhirnya dilarikan ke RSI Wonosobo untuk selanjutnya dilakukan operasi. Ibunya sudah boleh pulang, tapi masih harus control ke RSI Wonosobo, saat ini bapaknya juga sedang mengantar ibunya untuk control di RSI. Selama hamil kakaknya sama sekali tidak merasa ada keluhan pada kandungannya, jatuhpun tidak pernah, maka dari itu ia pun mengaku tidak tau penyebab keponakannya itu.

Si bayi mengalami sobek di perut, samping pusar sebelah kanan. Selama ini juga rutin control ke puskesmas, namun waktu sakit itu sempat dibawa ke bidan setempat dan selanjutnya dirujuk ke rumah sakit. Disampaikan olehnya bahwa Arumi merupakan anak ke dua yang masih hidup dari enam anak yang dilahirkan oleh kakaknya. Anak pertama dan kedua meninggal, anak ke tiga hidup dan sekarang kelas dua SMA.

Anak keempat dan ke lima meninggal, dan arumi ini anak ke enam. Dirinyapun mempunyai harapan besar agar keponakannya itu bisa mendapatkan bantuan dan dapat segera dioperasi, sehingga sehat seperti anak sewajarnya. “Maka dari itu kami berharap pada temen-temen yang mungkin bisa membantu, kami berharap mendapatkan bantuannya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Ruang Melati RSUD Temanggung, Suprapti, dimana tempat Arumi dirawat menyampaikan, Gastroschisis merupakan kelainan yang terjadi sejak di dalam kandungan. “Kalau kelainan itu memang tidak normal sejak dalam kandungan, jadi berbagai macam faktornya. RSUD Temanggung sangat jarang sekali menemui pasien semacam itu, bahkan pasien itu pun harus dirujuk ke RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.

Hal ini karena peralatan di RSUD Temanggung tidak memadahi. “Salah satu solusinya ya harus segera di operasi. Selama ini saya baru menemui satu dua pasien yang menderita semacam ini,” bebernya.


(M Abdul Rohman/CN41/SM Network)