• KANAL BERITA

Bupati Temanggung: Masih Terdapat Defisit Sebesar Rp 145,48 miliar

Perlu Penyelarasan Anggaran Belanja

Bupati Temanggung Muhamad Al Khadziq bersama jajarannya saat mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)  Tahun 2020 di Graha Bhumi Phala Temanggung, Senin ( 4/3) lalu. 9suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Bupati Temanggung Muhamad Al Khadziq bersama jajarannya saat mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2020 di Graha Bhumi Phala Temanggung, Senin ( 4/3) lalu. 9suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Bupati Temanggung Muhamad Al Khadziq menyebutkan, proses perencanaan tahun 2020 sudah dilakukan secara online melalui suatu sistem informasi perencanaan e-Planning. Untuk aplikasi e-Planning tersebut sudah terintegrasi dengan aplikasi penganggaran e-Budgeting, sehingga hal itu harus konsisten mulai dari perencanaan sampai dengan penganggaran.

"Berdasarkan rekap pada e-Planning, jika dibandingkan jumlah belanja langsung dengan perkiraan pendapatan khusus Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2020, maka masih terdapat defisit sebesar Rp 145,48 miliar," ungkapnya saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)  Tahun 2020 di Graha Bhumi Phala Temanggung, Senin ( 4/3) lalu.
 
Acara yang dibuka secara resmi oleh Bupati Muhamad Al Khadziq itu dihadiri pejabat FKPD, Wakil Bupati, Pejabat Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Pimpinan DPRD dan pejabat terkait serta diikuti peserta dari unsur SKPD, Kecamatan dan Ormas.

"Musrenbang RKPD merupakan titik awal perencanaan pembangunan Tahun 2020 sebagai penjabaran tahun kedua pelaksanaan RPJMD 2018-2023," beber dia.

Oleh karena itu, kata dia harus fokus terhadap visi, misi, tujuan, sasaran daerah yang telah dirancang. Perangkat daerah merupakan bagian tidak terpisahkan dalam penyelenggaraan daerah, sehingga seluruh perangkat daerah harus mempunyai tujuan dan sasaran yang selaras dengan tujuan dan sasaran daerah. Hal ini agar kinerja pembangunan daerah di Temanggung dapat dicapai.

Lebih dia mengemukakan, memenuhi amanat Permendagri 86/2017 tentang Tata Cara Penyusunan RKPD, proses perencanaan 2020 sudah dilakukan secara online melalui suatu system informasi perencanaan e-Planning. Aplikasi e-Planning sudah terintegrasi dengan aplikasi penganggaran e-Budgeting sehingga harus konsisten mulai dari  perencanaan sampai  dengan penganggaran.

“Untuk itu masih perlu dilakukan penyelarasan anggaran belanja melalui pengurangan kegiatan  yang bersifat seremonial, perjalanan dinas, pengurangan kegiatan yang bersifat koordinatif dan sosialisasi. Larena pada era teknologi informasi seperti saat ini, komunikasi dan koordinasi dapat dilakukan secara online,” beber orang nomor satu di Temanggung tersebut.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Temanggung Ripto Susilo menjelaskan, Musrenbang RKPD tahun 2020 dimaksudkan sebagai forum yang mengakomodasi peran-peran segenap komponen masyarakat, sebagai media koordinasi, komunikasi dan konsultasi program pembangunan. Selain itu membahas dan menyepakati prioritas program kegiatan pembangunan sesuai dengan RKPD yang telah dikompilasi dengan hasil Musrenbang tingkat sebelumnya.

Musrenbang RKPD 2020 mengambil tema pengurangan kemiskinan dan percepatan pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada sektor pertanian, pariwisata, sumber daya alam dan lingkungan hidup. Peserta sekitar 400 orang terdiri dari Bupati dan Wakil Bupati, DPRD, FKPD, Sekretaris Daerah, para Asisten dan Kepala Perangkat Daerah, Bappeda Provinsi Jateng dan Bappeda kabupaten sekitar, Tim Bappeda, kelurahan dan desa, unsur kecamatan, perangkat daerah, forum anak, perwakilan perempuan, perwakilan difabel dan lain-lain.


(M Abdul Rohman/CN42/SM Network)