• KANAL BERITA

Orang Tua Kreatif Bermain Bersama Balita

FOTO BERSAMA : Sebagian peserta kelas orang tua dan guru Kelompok Bermain (KB) Taman Kanak-kanak (TK) Nasima foto bersama nara sumber, Kak Nabila (kedua dari kiri) usai acara “Stimulasi Bahasa melalui Cerita dengan Media Boneka Tangan” . (suaramerdeka.com / Agus Fathuddin)
FOTO BERSAMA : Sebagian peserta kelas orang tua dan guru Kelompok Bermain (KB) Taman Kanak-kanak (TK) Nasima foto bersama nara sumber, Kak Nabila (kedua dari kiri) usai acara “Stimulasi Bahasa melalui Cerita dengan Media Boneka Tangan” . (suaramerdeka.com / Agus Fathuddin)

PULUHAN ayah dan ibu tampak sibuk beraktivitas menggunting, menempel, mewarna, dan membentuk aneka kertas di Aula Kelompok Bermain (KB)-Taman Kanak-kanak (TK) Nasima. Mereka berusaha mencipta bentuk-bentuk kreatif dari bahan yang disediakan oleh para guru. Para orang tua peserta didik memang sengaja diundang ke sekolah yang beralamat di Jalan Puspanjolo Tengah Raya 69 itu untuk berkreasi bersama.

Kegiatannya bernama Kelas Orang Tua dengan tema “Menstimulasi Bahasa Anak Oleh Orang Tua Kreatif”. Paparan teoritik dan praktik“Stimulasi Bahasa melalui Cerita dengan Media Boneka Tangan” dipaparkan oleh nara sumber Chasna Azkiyatin Nabila SPdI (Kak Nabila).

Kak Nabila menyampaikan tentang bagaimana bercerita bagi anak yang baikdan membagi tips mudah cara menyampaikan cerita pada anak usia dini. Hal paling menarik dari kegiatan pagi hari ini adalah orang tua turut membuat media yang digunakan dalam bercerita. Jadi tidak semata-mata hanya bercerita saja, namun penyiapan mediapun perlu dilakukan oleh orang tua, sehingga kegiatan yang dilakukan akan utuh dan lebih bermakna

Setelah diberi paparan materioleh narasumber, orang tua yang hadir “diberi tugas” oleh Kepala KB-TK Nasima, Elly Fajarwati MPsi. Mereka diminta mencipta alat peraga pembelajaran sederhana bagi putra-putri mereka berupa boneka tangan atau wayang.Mereka terlihat serius dan sibuk menciptakan alat peraga yang dapat menstimulasi perkembangan bahasa anak-anak. Beberapa di antaranya berkolaborasi antara ayah dan ibu yang keduanya bisa hadir semua.

Kepala Sekolah KB-TK Nasima, Elly Fajarwati, MPsi dalam kesempatan itu menjelaskan, kegiatan yang melibatkan orang tua merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan sekolah. Menurutnya orang tua adalah salah satu sokoguru pendididikan. Bersama sekolah, orang tua perlu bersinergi agar perkembangan anak dapat maksimal sesuai tahap perkembangannya baik di sekolah maupun di rumah.

Kegiatan parenting atau kelas orang tua tersebut  dilakukan tiap jenjang secara terprogram. Tema-tema yang menarik dan aktual dipilih untuk mengajak orang tua aktif berpartisipasi. Melalui tema yang aktual diharapkan ada keselarasan antara program sekolah  dengan kebutuhan anak dan orang tua.

Bahasa Anak

Konsep yang diangkat pada kelas orang tua pada hari itu adalah memperkuat perkembangan bahasa anak. “Melalui bercerita penguasaan kosakata anak akan semakin bertambah. Hal ini menjadi dasar agar anak dapat berkomunikasi dengan struktur bahasa yang lebih lengkap. Selain itu juga memperkuat pemahaman bahasa yang dimiliki oleh mereka. Orang tua memiliki peran sentral dalam proses berbahasa anak. Orang tua perlu pengetahuan dan keterampilan yang memadai dan selaras dengan sekolah dalam upaya ini,” kata Elly.

Setelah selesai berkarya, panitia menyediakan waktu bagi orang tua untuk mempraktekkan kepiawaiannya bercerita di hadapan anak mereka yang juga  hadir pada hari itu. Boneka atau wayang yang telah selesai dibuat digunakan sebagai medianya. Orangtua tampak antusias untuk mencobanya.

Salah satu orangtua yang hadir yaitu ayah Daneena dari Kelompok Bermain 1 mengatakan sangat senang dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh KB Nasima tersebut. Menurutnya kegiatan tersebut dapat menambah pengetahuan tentang bercerita dan dapat langsung diimplementasikan kepada anak. Dia berharap program-program baik yang sudah ada di Nasima terus dikembangkan.

“Anak saya yang pertama, Nabila dulu adalah alumni dari KB-TK Nasima, sekarang SD Nasima kelas 3. Pendidikan yang berkelanjutan sangat positif, karena desain kurikulum yang disusun tentu saja berkelanjutan, misalnya dalam hal mengaji. Di KB-TK Nasima menggunakan metode mengaji Ummi, di SD Nasima juga sama, sehingga anak tinggal melanjutkan saja, konsepnya sama dan ini membuat anak saya merasa mudah dalam mengaji. Kami selaku orangtua selalu berharap, Nasima dapat membantu kami orangtua dapat mendidik anak kami menjadi anak yang saleh dan salehah, cerdas, dan kelak dapat bermanfaat untuk umat, ”kata ayah Deneena.

Desi Ayuningtyas SPd selaku koordinator kegiatan menyediakan aneka gift menarik bagi orangtua yang hadir. Bingkisan khusus bagi keluarga yang berani tampil mempraktikkan di depan orang tua lainnya juga disiapkan.Semua tampak antusias dan berkesan setelah berkegiatan parenting pada hari itu.


(Agus Fathuddin/CN26/SM Network)