• KANAL BERITA

Beredar Info Korban Aborsi di Klaten Capai Ratusan

Kasus Bidan Desa

SEPI: Kondisi poliklinik dua hari setelah digeledah masih sepi. (suaramerdeka.com / Achmad Hussain)
SEPI: Kondisi poliklinik dua hari setelah digeledah masih sepi. (suaramerdeka.com / Achmad Hussain)

KLATEN, suaramerdeka.com - Kasus aborsi yang melibatkan bidan Desa Kajen, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten Ar diduga sudah memakan ratusan korban. Korban tidak hanya dari wilayah Kabupaten Klaten tetapi daerah lain. Informasi ratusan korban itu mencuat setelah muncul postingan di instagram yang menyebutkan tim Jatanras Sat Reskrim Polres Klaten berhasil mengungkap sindikat aborsi online.

Para pelaku sudah diamankan dari berbagai lokasi. Bahkan dalam potingan disebutkan para pelaku sudah melakukan aksi lebih dari 200 pasien dan 10 diantaranya di wilayah Kabupaten Klaten. Saat dikonfirmasi tentang jumlah pasien sebanyak itu, Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi melalui Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Didik Sulaiman belum bersedia memberikan penjelasan. "Complicated soalnya, nanti saja saat rilis saya jelaskan. Modus operandinya macam-macam," ungkapnya singkat.

Terungkapnya kasus itu membuat banyak pihak terkejut. Masyarakat di sekitar bahkan jajaran Muspika di Kecamatan Ceper tidak menduga sebelumnya. Camat Ceper, Supriyono mengatakan tidak menduga jika akan ada kasus itu. Selama ini yang bersangkutan memang bertugas di wilayahnya.

Tinggalnya di rumah dinas dokter yang tidak terpakai di kota kecamatan. Kesehariannya seperti apa, jajaran kecamatan tidak begitu paham sebab poliklinik desa berada di bawah Puskesmas dan Dinas Kesehatan. Terpisah Kepala Puskesmas Ceper, Ariani mengatakan yang bersangkutan sudah tidak masuk dinas sejak beberapa hari. Menurutnya, Puskesmas sendiri tidak menduga ada kasus itu.

Bahkan mengetahui ada penggeledahan dari kepolisian baru pada Rabu (27/2) siang setelah selesai digeledah. Puskesmas juga belum menerima surat atau pemberitahuan apapun berkaitan kasus itu. Untuk kejelasan lebih lanjut, dia meminta ditanyakan ke Dinas Kesehatan Pemkab Klaten.

Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Klaten, dokter Cahyono Widodo saat diminta penjelasannya berkaitan kasus itu tidak bersedia mengangkat ponselnya saat dihubungi. Saat diangkat justru langsung putus. Kondisi poliklinik dua hari setelah digeledah masih sepi.

 


(Achmad Hussain/CN26/SM Network)