• KANAL BERITA

Dugaan Kasus Aborsi, Satreskrim Polres Klaten Amankan Seorang Bidan

Garis polisi terpasang di depan klinik bidan Desa Kajen, Kecamatan Ceper, Rabu (27/2). (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)
Garis polisi terpasang di depan klinik bidan Desa Kajen, Kecamatan Ceper, Rabu (27/2). (suaramerdeka.com/Achmad Hussain)

KLATEN, suaramerdeka.com – Sebuah Poliklinik bidan desa di Dusun Topeng, Desa Kajen, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten digeledah Satreskrim Polres Klaten, terkait dugaan kasus aborsi yang dilakukan A, bidan desa tersebut.

Sekretaris Desa Kajen, Kecamatan Ceper, Sidik Purnawan mengatakan, penggeledahan dilakukan petugas Polres Klaten, Selasa (27/2) tengah malam atau sekitar pukul 24.00 WIB. ''Saya diminta menjadi saksi saat penggeledahan dan saat penyitaan barang,'' jelasnya, Rabu (27/2).

Sidik menjelaskan, petugas datang dengan empat mobil berisi sekitar 15 orang. Dalam rombongan itu, ikut serta A, bidan desa Dusun Topeng, Desa Kajen. Sidik diminta menjadi saksi penggeledahan. Sedangkan perangkat desa lain berada di luar.

Dari klinik di utara balai desa itu, polisi mengamankan beberapa barang bukti berupa gunting, baskom kecil dan obat-obatan. Setelah setengah jam digeledah, petugas meninggalkan lokasi dan membawa serta bidan itu.

Selama penggeledahan, A tidak berbicara termasuk ke perangkat desa. Bidan desa tersebut sudah bertugas cukup lama meskipun belum ada 10 tahun. Yang bersangkutan selama ini tidak tinggal di klinik tetapi di rumah dinas di dekat kantor Kecamatan Ceper.

Perangkat desa sejak awal tidak paham pengggeledahan itu. Kepala Desa Kajen, Kecamatan Ceper, Joko Purnomo mengaku tidak menduga bidan desanya akan tersangkut dugaan kasus aborsi. ''Selama ini memang jarang berkomunikasi dengan perangkat, tetapi kami benar-benar tidak menduga,'' katanya.

Pemerintah desa dan jajaran selama ini tidak mengenal bidan  secara mendalam dan tidak mengetahui persis pasien bidan itu. Pihak desa mengakui bidan itu bertugas lama di klinik yang berada di utara balai desa menghadap jalan.

Informasi yang dikumpulkan di Mapolres Klaten menyebutkan, selain bidan Desa Kajen, tiga orang lainnya ikut diamankan, yakni dua orang tua bayi dan satu perantara yang menghubungkan dengan bidan.

''Dua tersangka orang tua bayi bukan warga Klaten tetapi dari luar kota,'' ungkap sumber di kepolisian.  

Pantauan di klinik bidan suasananya sepi. Bangunan klinik di tepi jalan ditutup rapat. Garis polisi masih terpasang di lokasi di bagian pintu dan pagar.

Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, saat dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Didik Sulaiman membenarkan penggeledahan itu terkait dugaan kasus aborsi dan empat orang sudah diamankan penyidik. Korban aborsi baru satu bayi dari pasangan luar kota yaitu Kabupaten Magelang. ''Kasusnya saat ini masih dalam penyidikan,'' terangnya.


(Achmad Hussain/CN40/SM Network)