• KANAL BERITA

Rampas HP Pengujung, Petugas Keamanan Taman Bendosari Ditangkap

Tersangka Muhamad Ayub Susanto menunjukkan barang bukti HP hasil rampasan. (suaramerdeka.com/Moch Kundori)
Tersangka Muhamad Ayub Susanto menunjukkan barang bukti HP hasil rampasan. (suaramerdeka.com/Moch Kundori)

SALATIGA, suaramerdeka.com - Seorang yang bekerja sebagai tenaga keamanan dari tenaga harian lepas (THL) di  Dinas Lingkugan Hidup Taman Kota Bendosari Salatiga  Muhamad Ayub Susanto (32) ditahan petugas kepolisian. Pasalnya, pria yang beralamat di Karangkepoh Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo ini, diduga merampas telepon genggam (HP)  pengunjung taman wisata itu.

Handphone anda rusak atau hilang? Ganti dengan Smartphone atau Handphone terbaiik.Silahkan klik di sinii.

Kapolres Salatiga, AKBP Gatot Hendro Hartono, saat ekspose perkara ini di Mapolres setempat mengatakan, ihwal penangkapan tersangka ini, bermula ketika korban berinisial ADM (17), warga Dusun Breyon, Desa Polobogo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang sedang berduaan dengan kekasihnya LDN (16), warga Dusun Selo Ngisor, Desa Batur, Kecamatan Getasan di Taman Kota Bendosari pada 15 Februari 2019 malam. Kemudian sekitar pukul 22.30 mereka didatangi oleh tersangka.

"Tersangka mengaku sebagai petugas keamanan di taman itu. Kemudian menanyakan identitas korban yang kebetulan tidak membawa. Kemudian, teman korban, LDN menghubungi temannya melalui HP dan dikirim foto identitas di HP itu," kata Kapolres.

Ditambahkan Kapolres, setelah korban menujukkan HP agar dibaca kepada tersangka, ternyata HP tidak dikembalikan. Tersangka meminta korban membuat surat pernyataan yang diketahui pembina asrama tempat korban bersekolah. Syarat itu untuk mengambil HP yang dibawa tersangka.

"Korban memenuhi permintaan tersangka berupa surat pernyataan itu. Tetapi dalam perjalanannya, tersangka meminta syarat tambahan yaitu  mengajak orang tua atau wali. Juga ada tambahan lagi yaitu harus membayar Rp 100.000,- untuk mengambil HP itu. Korban merasa dipermainkan kemudian melapor polisi," ucapnya.  

Atas laporan itu, petugas kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap korban dan saksi. Kemudian, petugas  melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas tersangka.

"Setelah mendapatkan identitas, kemudian dilakukan penangkapan dan tersangka berhasil ditemukan di Jalan Hasanudin dekat Polsek Sidomukti. Pada saat ditangkap, petugas menyita barang bukti dua HP masing-masing milik korban dan tersangka. Tersangka dijerat pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama-selamanya sembilan tahun," tutur Kapolres.

Sementara itu, tersangka mengaku tidak memiliki niat untuk merampas HP korban. HP akan dikembalikan jika ada uang tebusan yang dimintanya yaitu  Rp 100.000," ujarnya.


(Moch Kundori/CN40/SM Network)