• KANAL BERITA

Kader JKN Berhasil Tagih Tunggakan Peserta Hingga Rp 1,8 Miliar

Foto Istimewa
Foto Istimewa

SEMARANG, suaramerdeka.com – Petugas Kader Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mendatangi rumah-rumah peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) yang menunggak iuran. Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan kolektibilitas pembayaran peserta program JKN-KIS.

Diketahui, dari 31 Desember hingga awal tahun berhasil ditagih uang tunggakan sebesar Rp1,8 miliar dari peserta di Kota Semarang dan Kabupaten Demak.

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Semarang Bimantoro mengatakan kader JKN yang berjumlah 65 orang, mampu menjalankan tugasnya dengan baik dalam melakukan penagihan tunggakan atau kolektivitas pembayaran iuran. Bahkan, di 2018 saja kader JKN cukup efektif di dalam meningkatkan perolehan iuran BPJS Kesehatan.

“Bahkan, tunggakan iuran dari peserta JKN mandiri bisa dilakukan para kader JKN. Sehingga, mampu tertagih tunggakan hingga Rp1,8 miliar,” kata Bimantoro dilansir dari Radio Idola.

Salah satu Kader JKN dari Kota Semarang mampu menagih tunggakan iuran hingga Rp222 juta di tahun kemarin. Oleh karena itu, kader JKN perlu mendapat apresiasi.

“Atas tercapainya penagihan tunggakan iuran tersebut, BPJS Kesehatan memberikan penghargaan dan apresiasi kepada kader yang berhasil menagih tunggakan iuran terbanyak. Salah satunya adalah Yustina Tutik Saryuniati yang berhasil menagih sebesar Rp222 juta selama periode 2018,” jelas Bimo.

Bimo menjelaskan, para Kader JKN mampu mengumpulkan tunggakan secara persuasif dengan melakukan pendekatan dan komunikasi yang baik. Sehingga, bisa menjelaskan dan menyadarkan pentingnya bergotong royong dari program JKN-KIS.

Diketahui, jumlah tunggakan iuran untuk wilayah Kota Semarang sekira Rp58 miliar dan Kabupaten Demak senilai Rp20 miliar. Bahkan, ada peserta JKN-KIS yang jumlah tunggakannya mencapai 12 bulan.


(ER Maya, Red/CN19)