• KANAL BERITA

KPSN Dukung Satgas Antimafia Bola Berantas Pengaturan Skor hingga PSSI Bersih

Foto: suaramerdeka.com/dok
Foto: suaramerdeka.com/dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ketua Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) Suhendra Hadikuntono, mengaku telah bertemu dengan Ketua Satgas Antimafia Bola, Brigjen Pol Hendro Pandowo di Jakarta, Kamis (21/2). Dalam pertemuan itu dibahas mengenai perkembangan kasus pengaturan skor sepak bola nasional yang melibatkan banyak petinggi PSSI.

Menurut Suhendra, pihaknya mendukung langkah Satgas yang terus memerangi kasus match fixing. Berdasarkan penuturan Ketua Satgas kepada Suhendra, satuan bentukan Polri tersebut tetap berkomitmen untuk terus melaksanakan pemberantasan match fixing sampai PSSI benar-benar bersih dari praktik tak terpuji. Itu dilakukan demi memajukan prestasi sepak bola nasional sehingga mampu bersaing di kancah internasional.

"Siapa pun yang diduga terlibat akan dilibas, sesuai prinsip equality before the law (kesetaraan di muka hukum) yang dianut sistem hukum Indonesia. Satgas tak akan berhenti hanya di JD (Joko Driyono, Plt Ketua Umum PSSI)," ujar Suhendra menirukan penuturan Hendro Pandowo.

Dia mengemukakan, negara tak boleh kalah melawan mafia. Selama skandal match fixing masih terjadi, lanjut dia, selama itu pula Satgas Antimafia Bola tetap bekerja.

"Penetapan JD sebagai tersangka yang berujung pada rencana Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI tidak akan menghentikan langkah Satgas Antimafia Bola dalam memberantas match fixing," kata dia.

Sejauh ini Satgas telah menetapkan 15 orang sebagai tersangka match fixing, antara lain Ketua Asprov PSSI Jateng Johar Lin Eng, Anggota Komdis PSSI Dwi Irianto atau Mbah Putih. Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono juga ditetapkan sebagai tersangka atas perusakan alat bukti yang diduga mengarah pada pengaturan skor. Satgas juga telah memeriksa Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria, begitu pula Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto.

Sekadar diketahui, KPSN  menggandeng Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri dengan terbitnya Sprin/4876/X/2018/Barsekrim tertanggal 29 Oktober 2018 dalam pemberantasan match fuxing.  Kapolri Jenderal Tito Karnavian pun membentuk Satgas Antimafia Bola pada 21 Desember 2018. "Kami mengapresiasi langkah progresif Satgas. KPSN juga akan terus mendorong dan mengawal pemberantasan match fixing selaras dengan Nawacita Presiden Joko Widodo dalam pemberantasan korupsi," tegas Suhendra


(Arif M Iqbal /CN41/SM Network)