• KANAL BERITA

TPAKD Jemput Bola ke Pelosok Desa

Wakil Bupati Wonogiri, Edy Santosa, menyerahkan bantuan kepada masyarakat saat pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di pendapa kabupaten tersebut, Kamis (21/2). (suaramerdeka.com/Khalid Yogi)
Wakil Bupati Wonogiri, Edy Santosa, menyerahkan bantuan kepada masyarakat saat pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di pendapa kabupaten tersebut, Kamis (21/2). (suaramerdeka.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Kondisi geografis di wilayah pinggiran atau pelosok desa menjadi salah satu kendala untuk meningkatkan inklusi keuangan terhadap masyarakat. Sehingga banyak warga di pelosok desa belum bisa mengakses produk-produk industri keuangan, seperti asuransi, tabungan, pinjaman, dan pegadaian.

Untuk mempercepat akses keuangan di pelosok daerah, dibentuk Tim Percepatan Akses Kauangan daerah (TPAKD). Wakil Bupati Wonogiri, Edy Santosa mengatakan, TPAKD memiliki kewenangan menjemput bola dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan mencari terobosan membuka akses keuangan yang lebih produktif bagi masyarakat.

"TPAKD diharapkan dapat menggali potensi ekonomi daerah yang dapat dikembangkan dengan menggunakan produk dan layanan jasa keuangan," kata Edy Santosa, saat pengukuhan tim Percepatan Akses Kauangan daerah (TPAKD) di pendapa Kabupaten Wonogiri, Kamis (21/2).

Deputi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Tito Adji Siswantoro mengatakan, tingkat inklusi keuangan di Indonesia saat ini berkisar 68 persen. "Pada akhir 2019 nanti, kami menargetkan inklusi keuangan mencapai 75 persen," katanya.

Pengukuhan TPAKD merupakan salah satu upaya meningkatkan inklusi keuangan dan mempercepat akses keuangan untuk masyarakat. "Saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengatahui cara mengakses produk-produk industri keuangan, sehingga inklusi keuangannya rendah," katanya.

Setiap provinsi, kota, dan kabupaten diminta membentuk TPAKD. Pengukuhan TPAKD telah dilaksanakan di Kota Surakarta, Kabupaten Klaten, Boyolali, dan Wonogiri. Tidak lama lagi akan dilaksanakan di Kabupaten Sragen dan Karanganyar.

Tim terdiri atas Organisasi Pemerintah daerah (OPD), industri jasa keuangan, BKK, Bank Jateng, bank-bank BUMN, Bursa Efek Indonesia, Pegadaian, dan sebagainya.

Tim tersebut diharapkan mampu memberi edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar bisa mempercepat akses keuangan. "Itu bisa berupa edukasi mengenai cara mengakses asuransi petani, asuransi peternak sapi, simpanan pelajar, dan sebagainya," tandasnya.


(Khalid Yogi/CN40/SM Network)