• KANAL BERITA

Program KEK Bakal Dipertajam

Foto: istimewa
Foto: istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com - Kementerian PPN/Bappenas tengah melakukan evaluasi terhadap keberadaan kawasan ekonomi khusus (KEK) yang dinilai belum menggembirakan. Evaluasi ditargetkan rampung pada tahun ini juga.

Menurut Direktur Pengembangan Kawasan dan Wilayah, Sumedi Andono Mulyo, sejumlah permasalahan bakal dikaji di antaranya menyangkut operasional sebagai KEK yang belum sepenuhnya berjalan seperti badan pengelola, persoalan lahan, hingga regulasi.

Hasil evaluasi diharapkan bisa meningkatkan optimalisasi KEK kendati tak menutup kemungkinan status tersebut bisa saja dicabut. Satu yang pasti, katanya, langkah evaluasi itu bisa menjadikan program KEK tak lagi stagnan.

"(Untuk pencabutan), itu masih kita lihat. Tapi bisa saja bukan lagi kawasan khusus tapi diserahkan ke provinsi. Yang jelas kita ingin, evaluasi ini bisa menjadikan kawasan fokus mau ke mana," tandasnya di sela-sela rangkaian Musrenbang RKPD Jabar di Bandung, Kamis (21/2).

Butuh gadget baru untuk kelola bisnis? Cek penawaran menarik di sini

Jumlah KEK yang dievaluasi sebanyak 12 kawasan di antaranya mencakup Moratai, Sei Mankei, Tanjung Lesung, Mandalika. Kawasan khusus tersebut di antaranya bergerak di sektor pariwisata maupun industri.

Menyusul potensi bencana yang tinggi di Indonesia, langkah evaluasi tersebut akan pula memberikan penekanan pada persoalan mitigasi. "Jadi ada audit bencana, kita melihat resikonya, apalagi ini melibatkan investor yang menanamkan investasinya," jelasnya.

Sebagai pusat pertumbuhan baru, pihaknya tentu menginginkan kawasan tersebut mampu memberikan kontribusi ekonomi di antaranya  menyerap tenaga kerja, menyedikan konektivitas, hingga peningkatan produksi yang bernilai tambah. "Evaluasi ini supaya programnya lebih tajam, solusinya bisa berbeda di tiap-tiap KEK, mudah-mudahan dalam tiga bulan ini bisa tuntas," katanya.

Kendati tengah berlangsung evaluasi, Sumedi menyebut bahwa pengajuan KEK dari sejumlah daerah tetap dilakukan. Di antaranya Pangandaran dan Sorong.

Hanya saja dia mewanti-wanti supaya pengajuan program KEK tersebut benar-benar memenuhi syarat yang sudah ditetapkan. "Kadang hanya mengajukan tapi lahannya ternyata tak siap, sehingga pengajuan itu harus diperbaiki," jelasnya.


(Setiady Dwi/CN33/SM Network)