• KANAL BERITA

Jalur di Bawah Overpass Belum Tersentuh

BELUM SELESAI: Pengendara melintas di depan ornamen jalan layang Manahan yang belum selesai pemasangannya. (SM/Yusuf Gunawan)
BELUM SELESAI: Pengendara melintas di depan ornamen jalan layang Manahan yang belum selesai pemasangannya. (SM/Yusuf Gunawan)

SOLO, suaramerdeka.com - Pemkot Surakarta tengah menyiapkan dana sekitar Rp 14 miliar lebih untuk pembenahan kawasan di sekitar jalan layang Manahan, tahun ini. Pembenahan itu guna menyempurnakan proyek pembangunan jalan layang yang sudah selesai akhir 2018.

Pihaknya akan menganalisis kebutuhan apa saja yang perlu ditindaklanjuti. Yang paling kelihatan adalah pembenahan frontage (bagian depan), terutama jalur-jalur di bawah overpass.

‘’Saat pengerjaan overpass, jalur bawah ini sama sekali belum tersentuh," ungkap Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Joko Supriyanto.

Analisis tersebut, lanjut dia, akan menentukan prioritas penanganan terhadap badan Jalan Dr Moewardi, Jalan MT Haryono, Jalan Adisucipto dan sejumlah titik lain di sekitar jalan layang. "Apakah perlu pelebaran jalan, pengaspalan ulang atau upaya lain, nanti bisa diketahui dari kajian tersebut."

Sejauh ini, Pemkot baru menambal kerusakan badan jalan di bagian bawah jalan layang Manahan dengan mengoptimalkan tim sapu lubang. Kerusakan itu, menurut Joko, diakibatkan tingginya aktivitas proyek pembangunan jalan layang selama lebih dari delapan bulan.

"Kami juga menyiapkan pembangunan patung bola dunia sebagai ornamen tambahan di sisi utara overpass, berikut penataan kawasan di sekitarnya. Selain itu ornamen yang terpasang di dinding overpass sisi selatan juga akan diselesaikan," kata dia.

Prediksi awal, dibutuhkan anggaran tak kurang Rp 14 miliar lebih, di antaranya Rp 5 miliar guna membiayai pemeliharaan badan jalan. Adapun penyelesaian ornamen, pembangunan patung dan penataan kawasan diperkirakan menelan dana sekitar Rp 9 miliar.

"Untuk pembangunan patung, diusahakan dicarikan bantuan corporate social responsibility (CSR)," kata Joko.

Khusus penyelesaian ornamen, Joko mengakui jika Pemkot terpaksa melanjutkan sisa pekerjaan kontraktor yang tidak tuntas.

"Pengerjaannya kurang 3,8 persen dari target, karena start molor. Rekanan juga sudah diputus kontrak dan diusulkan blacklist kepada Inspektorat," terang dia.


(Agustinus Ariawan/CN39/SM Network)