• KANAL BERITA

Fasilitas Rumah Mewah Tidak Bersih Sebabkan Kasus DB

Ketua TP PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi. (suaramerdeka.com/Yulianto)
Ketua TP PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi. (suaramerdeka.com/Yulianto)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Merebaknya penyakit demam berdarah (DB) di Kota Semarang disebabkan karena lingkungan kotor sehingga menjadi tempat kembang biang nyamuk.

Ketua TP PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi mengatakan, rumah gedongan meski pun milik orang kaya termasuk ikut andil menyebabkan munculnya kasus penyakit DB. Fasilitas rumahnya tidak bersih meski pun mewah sehingga jadi sarang nyamuk.

Waspadai demam berdarah. Klik di sini untuk memilih pembasmi jentik nyamuk.

‘’Di Semarang tahun ini kasus DB naik. Ada satu kelurahan 17 hingga 19 kasus. Persoalannya kenapa? Padahal PSN jalan. Ternyata di wilayah itu ada rumah gedongan. Waktu ditinjau, itu di kolam renangnya jadi tempat jentik nyamuk,’’ katanya, Rabu (20/2)

Tempat makan di wilayah itu juga diketahui ada tempat jentik nyamuknya. Karena itu, harapannya masyarakat tidak hanya melakukan 3M atau menguras, menutup dan mendaur ulang. Tapi untuk cegah DB harus berupaya hindari gigitan nyamuk.

‘’Jadi harapannya melakukan 3M plus, yaitu menguras, menutup dan mendaur ulang, serta melaksanakan upaya bagaimana terhindar dari gigitan, misalnya ada tanaman lavender, memelihara ikan, dan lainnya. Ini penting dilaksanakan juga,’’ ujarnya.

Sebelumnya Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi telah menyebutkan, bahwa hingga akhir Januari 2019 telah ada 33 warga yang terserang penyakit DB. Jumlah ini tinggi mengingat mendekati jumlah penderita DB di tahun 2018 sebanyak 50 orang.

‘’Baru bulan Januari, tapi sudah 33 orang, semoga tidak bertambah lagi,’’ katanya.


(Yulianto/CN40/SM Network)